:::: MENU ::::
SUKSESKAN PESPARAWI VII TINGKAT PROV. KALBAR DI KOTA SINGKAWANG
Tampilkan postingan dengan label mata media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mata media. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 November 2013

Pemprov Kalimantan Barat memberikan Apresiasi Kepada Kota Singkawang




Dirilis oleh Dwi K, Senin, 28 Oktober 2013 | 14:22 WIB

KALBAR, -Pemerintah Provinsi kalimantan Barat memberikan apresiasi kepada kota singkawang yang telah sukses sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pesta Paduan Suara gerejawi ke VII (PESPARAWI).

Hal tersebut di ungkapkan Asisten Administrasi dan Umum Setda Prov Kalbar, Kartius, SH, M.Si ketika mewakili Gubernur Kalbar pada malam penutupan Pesparawi ke VII di stadion Kridasana Kota Singkawang baru baru ini.



Penyelenggaraan Pesparawi ke VII di Kota Singkawang dinilai sangat berhasil. Kita mengucapkan terima kasih yang sebesarnya atas keberhasilannya dalam penyelenggarakan kegiatan tersebut.

Kepada semua pihak yang telah membantu berpartisipasi dan ikut mensukseskan kegiatan ini juga tidak lupa kita ucapkan banyak terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya.




Pada kesempatan tersebut, Kartius, mengatakan kegiatan yang sudah menjadi rutinitas tiap tiga tahun sekali, sudah menjadi keharusan untuk dikemas, didukung, dan di sukseskan. Berikutnya, Untuk Kabupaten Sanggau yang akan menjadi tuan rumah Pesparawi ke VIII 2016 mendatang, diharapkan agar segera membentuk kepanitiaan, dan mulai menyusun segala sesuatunya, agar pada waktunya nanti sudah siap segala sesuatunya, dan saya yakin di Sanggau nanti akan lebih baik lagi.

Kepada Kota Pontianak yang keluar sebagai Juara Umum Pasparawi ke VII tidak lupa di ucapkan selamat, dan semoga dengan kemenangan ini bisa membuat motivasi bagi yang lainnya untuk terus bersama-sama meningkatkan kemampuan dan kecakapannya dalam menghadapi kegiatan berikutnya. Tutur “Kartius”.

 http://www.sinarpaginews.com/fullpost/nasional/1382944960/pemprov-kalimantan-barat-memberikan-apresiasi.html

Sabtu, 26 Oktober 2013

Pesparawi Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Resmi di buka




Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII Kalimatan Barat , resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya pada Senin (21/10) malam kemarin di stadion Kridasana Kota Singkawang dan berlangsung meriah. Walaupun sore harinya Kota Singkawang diguyur hujan dan baru reda menjelang malam, namun tidak menyurutkan warga Kota Singkawang untuk menyaksikan kegiatan Pesparawi, untuk yang pertama kalinya di Kota Singkawang. Tribun penonton yang berada di lapangan Kridasana penuh sesak oleh tamu undangan dan masyarakat yang ikut menyaksikan. Dalam sambutannya Wakil Gubernur Kalimantan Barat mengatakan bahwa kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kalimatan Barat bertujuan untuk memupuk tali persaudaraan, rasa kebersamaan dari ungkapan kesetiaan terhadap Tuhan yang Maha Esa serta cerminan kebersamaan dan kesatuan umat, ujarnya. Wakil Gubernur, mengapresiasi pemerintah Kota Singkawang yang bekerja keras dalam penyelenggaraan Pesparawi VII tahun 2013 yang dinilainya cukup berhasil sebagai tuan rumah kali ini. Usai membacakan sambutan, Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya langsung menekan serine sebagai tanda pembukaan Pesparawi VII Tingkat Propinsi Kalimantan Barat. Pembukaan Pesparawi VII Kalimantan Barat juga dihadiri Direktur Bimas Agama Kristen Kementerian Agama RI, Drs Andar Gultom, M.Pd, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Barat, H.M Husein D. Mahmud, Kepala Kankemenag Kota Singkawang, Drs H Jawani, dan Kasubag TU Kankemenag Kota Singkawang Drs H Arnadi, M.Pd. Selain itu hadir juga para pejabat di lingkungan Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat dan pejabat daerah dari Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat. Dalam sambutannya Direktur Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Drs Andar Gultom, M.Pd mengatakan kegiatan Pesparawi ini diharapkan dapat memperkuat rasa keberagamaan, dengan menjalin kerukunan dan menjalin tali persaudaraan. Kebersamaan dan kejujuran harus selalu dikedepankan, ujarnya. Sementara itu Wali Kota Singkawang, Drs H Awang Ishak, M.Si mengungkapkan, Singkawang merupakan daerah yang majemuk. Oleh karenanya, sudah menjadi keharusan untuk saling menghargai dan menghormati antarsesama. Perbedaan harus disikapi dengan saling menghargai “ ujarnya, Ketua Panitia Pesparawi VII Kalbar, Drs Libertus, M.Si mengungkapkan, Pesparawi merupakan bagian dari kegiatan pembinaan mental dan spritual, moral dan etika,” ungkapnya saat memberikan sambutan. Dia menyatakan, merupakan kehormatan bagi Singkawang menjadi tuan rumah. Sebab, setelah tahun ini, maka 42 tahun akan datang baru Singkawang akan menjadi tuan rumah. Kegiatan Pesparawi ini berlangsung dari tanggal 21 s/d 25 Oktober 2013. Kegiatan ini diikuti oleh 14 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat. Sebelum acara pembukaan dimulai, penampilan Marching Band Gelegar Bramantia Khatulistiwa, membuat suasana semakin meriah. Marching Band ini juga mengiringi defile kontingen Kabupaten/Kota. Begitu juga ketika seremoni kegiatan pembukaan selesai, diisi dengan berbagai hiburan, diantaranya penampilan tari klosal Kota Singkawang, yang melibatkan 500 orang penari. (Miftahul Khair)

 http://kalbar.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=162252

Tekankan Kedisiplinan, 50 Hari Latihan Nonstop


509 Penari Tarian Kolosal dalam Gema Lonceng Pesparawi
By
Ket Photo: TARIAN: Tarian kolosal Gema Lonceng Pesparawi yang ditampilkan pada malam pembukaan Pesparawi VII tingkat Kalbar di Stadion Kridasana, Senin (21/10) malam. (gambar samping), penata tari GLP sedang memperhatikan.Ramses/Pontianak Post
Font size: Decrease font Enlarge font
Pembukaan Pesparawi semarak dengan tari kolosal yang ditajuk Gema Lonceng Pesparawi. Tarian dari tiga etnis di Singkawang serta NKRI ini melibatkan 509 orang. Mulai dari pelajar SD, SMP dan SMA ditambah mahasiswa dari perguruan tinggi di Kota Singkawang.
 Ramses L Tobing, Singkawang


LUAR biasa, dua kata itu patut disematkan saat pembukaan Pesparawi VII tingkat Kalbar di Stadion Kridasana, Senin (21/10) malam. Meski cuaca di malam itu hujan gerimis tapi tak menyurutkan masyarakat untuk menyaksikan even akbar yang digelar di Kota Bumi Bertuah Gayung Bersambut ini.Suasana semakin semarak, ketika pada pembukaan itu disuguhkan Tarian Kolosal “Gema Lonceng Pesparawi”, di halaman Stadion Kridasana. Penonton pun merapat ke tepian lapangan, untuk melihat lebih dekat tarian yang melibatkan tiga etnis di Kota Singkawang dan NKRI. Tak ketinggalan juga fotografer pun mengabadikan momen itu yang hanya berlangsung selama 40 menit. Namun dibalik itu, perlu melihat bagaimana persiapan yang dilakukan sebelum tarian kolosal itu ditampilkan.
Mulai dari peserta yang dilibatkan, diantaranya 509 penari (putra/putri) yang merupakan pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA / SMK / Mahasiswa di Kota Singkawang. Perekrutan itu dibagi dalam tiga, yakni etnis dayak dimainkan 100 orang putra dan 250 orang putri, etnis cina dimainkan 100 orang putri, etnis melayu dimainkan 50 orang putra dan 50 orang putri,, penari NKRI dimainkan 50 orang putri, dan ditambah 9 penari lonceng.
 “Secara keseluruhannya jumlahnya ada 509 penari yang kita libatkan,” kata penata tari Anwar Razali alias Way yang ditemui di kediamannya, Jalan Hansip, Kelurahan Sekip Lama, Kecamatan Singkawang Tengah, Rabu (23/10) pagiProses perekrutan pun tidak gampang. Para penari ini didatangkan dari lima sanggar di Kota Singkawang, diantaranya Sanggar Simpur, Enggang Gading, Enggang Borneo, Dara Basule, dan Barakat Tidayung Kota Singkawang.
 “Lima sanggar di kumpulkan, kemudian masing-masing dari mereka lakukan penyeleksian untuk memilih penarinya,” kata Way.
Mereka yang terpilih pun, adalah mereka yang benar-benar memiliki dasar tarian. Sehingga ketika latihan tidak terlalu rumit. Hal itu dilakukan karena mengingatkan waktu yang mepet, mendekati hari pelaksanaan pembukaan Pesparawi.
 “Jadi tidak serta merta langsung datang. Setelah mereka melewati seleksi di masing-masing sanggar, kita seleksi lagi sehingga mereka yang terpilih itu benar-benar sudah memiliki dasar tarian. Jika tidak maka gugur. Makanya awalnya hampir 700 penari, setelah diseleksi yang tertinggal hanya 509,” jelas dia.
Setelah ditentukan jumlah, maka langkah selanjutnya mulai ditentukan siapa-siapa saja yang akan menarikan tari dayak, melayu maupun cina. Penentuan ini tidaklah mudah, karena masing-masing etnis memiliki karakter yang berbeda dalam tariannya.
 “Dari tiga etnis itu, yang cukup berat gerakkannya adalah tari melayu. Karena, selain penari harus mempunyai bakat/dasar menari, penyesuian antara gerak dan musik juga cukup sulit. Oleh karena itu, banyak pergantian baik gerak maupun irama pada tarian etnis melayu tersebut,” jelas Way, saat didampingi Penata Artistik, Zulfikar dan Koordinator Pelatihan sekaligus Ketua Sanggar Simpur, Sudiadi.
Setelah penentuan siapa penari dari tiga etnis tersebut, maka proses latihan mulai dijalani. Karena waktu yang semakin dekat, maka latihan hanya berlangsung selama 50 hari. latihan dilakukan mulai dari pukul 15.00-17.00 WIB, di Stadion Kridasana. Menjelang satu minggu pembukaan, maka latihan digenjot tidak hanya sore hari, tapi juga mala, mulai dari pukul 19.00-2100 WIB. Dan itu dilakukan secara rutin tiap hari.
Way tak menampik berbagai kendala dialami saat menjalani prosesi latihan. Dimana yang dilatihanya, sebagaian peserta yang masih berstatus pelajar sekolah dasar.Karena itu, agar terjalin keharmonisan dalam tarian, dan penari disiplin dalam berlatih Way dibantu 20 asisten. Untuk masing-masing kelompok tarian saja, ditangani 4 asisten penata tari. “Asisten inilah yang akan mengontrol mereka berlatih. Tetapi sebelumnya sudah dirapatkan terlebih dahulu, bagaimana gerakan tarian yang akan dilakukan kemudian disingkronkan dengan musik. Setelah itu baru dibawa asisten ke peserta tarinya. Yang terpenting semuanya dilakukan secara bersama-sama,” ungkap dia.
Namun, bagi Way, agar dapat menyuguhkan tarian yang indah tidak hanya mengenjot durasi latihan para peserta. Tapi juga tingkat kedisplinan yang harus dijalani, dan itu tidak hanya peserta tapi juga penara tari, musik dan art, serta asisten tari dan pendamping lain yang ikut terlibat.
Karena kedisiplinan dan kerjasaa tim yang solid, hingga akhirnya Tarian Kolosal “Gema Lonceng Pesparawi”, memukau ribuan penonton pada malam pembukaan Pesparawi VII tersebut.Sementara itu, Koordinator Pelatihan, Sudiadi mengatakan rentang waktu yang pendek membuat tim harus saling bekerjasama dengna baik.
Menurut Sudiadi menambahkan, musik-musik yang digunakan yakni musik yang bernuansa tiga pilar etnis yang ada di Singkawang, kemudian dipadukan dengan NKRI, dan ditarikan anak-anak sebagai tanda untuk melambangkan ke Bhinnekaan Tunggal Ika. Irama musik yang berdurasi selama 40 menit itu, jelas Sudiadi, selain menggunakan alat-alat tradisional, seperti Accordion, Gong, dan Rampak, pihaknya juga menggunakan alat-alat listrik seperti Bass, Gitar + efek dan Keyboard. “Alat listrik dan tradisional ini kita kolaborasikan, agar bisa menghasilkan nuansa yang riligius,” kata pria yang juga Ketua Sanggar Simpur. (*)

 http://www.pontianakpost.com/pro-kalbar/singkawang/9999-tekankan-kedisiplinan-50-hari-latihan-nonstop.html

Rabu, 23 Oktober 2013

Lomba Paduan Suara Berjalan Khidmat

Singkawang (Kalbar Times) - Suara-suara merdu yang berisikan pujia-pujian kepada Tuhan terdengar di Balairung kantor Wali Kota Singkawang, Rabu (23/10) kemarin. Acara ini adalah dalam rangkaian acara Pesparawi ke-VII tingkat Kalimantan Barat yang mana Kota menjadi tuan rumah dalam acara rohani yang di gelar setiap tiga tahunan itu.

Sebelum acara di mulai, pembawa acara terlebih dahulu membacakan tata tertib seperti para peserta baru memasuki pentas setelah dipanggil, satu kali tampil dengan menyanyikan tiga buah lagu, nada dasar mutlak, lagu tidak dapat di ulang kecuali ada gangguan, kepada para penonton juga tidak di perkenankan untuk memberikan tepuk tangan kecuali sebelum dan sesudah peserta tampil.

Juri yang hadir juga adalah juri yang sangat berpengalaman di tingkat nasional seperti Linda Sitinjak, Wahono Hadi, Yohanes Herman. Pembawa acara juga sempat membacakan profil dari dewan juri, pendidikan, serta pengalaman dari masing-masing juri.

Perlomba Paduan Suara Tingkat Dewasa pada saat ini cukup menyedot perhatian orang-orang, sehingga ruangan di Balirung tersebut padat dengan orang-orang yang ingin menyaksikan paduan suara tersebut.

Peserta pertama dibuka oleh paduan suara dari Kabupaten Kapuas Hulu, dengan di pimpin seorang dirijen, para peserta lelaki dan perempuan yang berseragam warna hijau dan hitam dengan kombinasi batik tersebut tampak antusias mengikuti paduan suara dengan harapan dapat menoreh kemenangan.

Diwaktu yang sama pula, tepatnya di aula hotel Dangau Kota Singkawang juga berlangsung perlombaan dengan kategori solis remaja putri.

Satu persatu para peserta solis remaja putri tersebut semaksimal mungkin melantunkan suara merdunya dengan di iringi oleh alat musik organ untuk tampil terbaik di depan para penonton, khususnya para juri yang berada di depan untuk memberikan penilaian.

Secara umum Pesparwai adalah sebagai sarana menunjukkan kualitas bernyanyi saja, namun yang lebih penting lagi adalah penghayatan dari makna puji-pujian sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan yang maha esa.

Yang lebih penting adalah penghayatan dan pengaktualisasian nilai dan makna puji-pujian yang dibawa pada waktu bernyanyi yang merupakan ungkapan syukur kepada sang pencipta

Selain itu juga Pesparawi merupakan sarana untuk mempererat persatuan dan kesatuan serta menjalin kebersamaan umat Kristen dan dengan umat beragama lainnya. (KT 02)

sumber: Kalbar Times

Ditinggal Pelatih, Semangat Tak Kendur

oleh: Deny Femiar

Singkawang - Kontingen Kabupaten Bengkayang adalah kontingen terakhir yang menginjakan kaki di Kota Singkawang di ajang Pesparawi VII Propinsi Kalbar di Kota Singkawang 2013.

Kontingen ini datang terakhir, dikarenakan Direjen sekaligus ketua pelatih kontingen Kabupaten Bengkayang, Elieser Nubatonis meninggal dunia dua hari sebelum Pesparawi dimulai.

"Makanya kita tiba di Singkawang belakangan, karena kita menghormati ketua pelatih yang meninggal dunia," ujar salah-seorang kontingen Pesparawi Kabupaten Bengkayang, Yanto kepada PONTIANAK TIMES, Selasa (22/10).

Kita berharap kepada seluruh kontingen untuk tidak mengendur setelah ditinggal pergi bapak Elieser Nubatonis. Apalagi telah ditunjuk bapak dr. Iwan Laban untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan bapak Alieser, katanya.

Yanto juga memuji pelayanan yang diberikan Kota Singkawang sebagai tuan rumah Pesparawi VII. "Kota Singkawang telah memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh kontingen, baik pelayanan penginapan maupun pelayanan konsumsi," ungkap Yanto.

Kota berharap sukses Kota Singkawang sebagai tuan rumah ini juha diikuti kabupaten/kota yang lain diajang Pesparawi VIII berikutnya, harapnya.(dny)

Serba Terbatas, Kayong Utara Hanya Ikut Satu Kategori Lomba

oleh: Deny Femiar

Singkawang - Sebagai daerah otonomi yang baru terbentuk di Kalbar, tak menyurutkan niat kontingen dari Kabupaten Kayong Utara untuk turun dalam even Pesparawi VII tingkat Propinsi Kalbar di Kota Singkawang 21-25 Oktober 2013.

"Kita daerah baru, LPPD Kabupaten Kayong Utara pun baru terbentuk, sehingga inilah segala upaya kita untuk andil dalam Pesparawi tingkat propinsi ini," ujar Ketua Rombongan Kabupaten Kayong Utara, Daniel Palino, S.Th kepada Pontianak Times, Rabu (23/10).

Sehingga jika daerah lain menurunkan hingga ratusan peserta, kami hanya menurunkan 10 peserta saja. Dan dari 11 kategori yang dilombakan, kami yang mengikuti satu kategori saja. Kendati demikian, kami tetap semangat dan berharap disatu kategori yang diikuti itu dapat memberikan hasil yang memuaskan, katanya.

Kedepan, Daniel berharap, pada Pesparawi berikutnya akan menurunkan kontingen dengan maksimal, artinya seluruh kategori yang dilombakan kami turut andil.

"Terus terang untuk saat ini kita serba terbatas, baik dari segi pembinaan maupun dana bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah," ungkap Daniel.(dny)

Kontingen Bengkayang Optimis Raih Prestasi

oleh: Fahrizal

Kontingen peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi)
VII Kalimantan Barat asal Kabupaten Bengkayang, optimis bisa
mendapatkan prestasi diseluruh cabang lomba yang ada. Guna
mendapatkannya, rombongan dari Bumi Sebalo telah berlatih selama
delapan bulan untuk setiap jenis perlombaan.

Salah satu Kontingen dari Kabupaten Bengkayang, Yanto mengaku selain
persiapan yang telah dilaksanakan selama kurang lebih delapan bulan,
beberapa peserta di cabang lomba, sebelumnya telah mengukir prestasi,
baik di tingkat Kabupaten hingga Provinsi bahkan di tingkat Nasional.

“Pernah menjadi wakil Kalbar di tingkat Nasional meski belum meraih
prestasi, adalah jenis lomba Paduan Suara Dewasa Campuran,” kata
Yanto, ditengah persiapan berlomba di Balairung Kantor Walikota
Singkawang, Selasa (22/10).

Dalam Pesparawi yang dilaksanakan di Singkawang, lanjut Yanto, yang
berpeluang memperoleh prestasi adalah di Paduan Suara Dewasa Campuran,
kemudian lomba lagu daerah. “Semuanya kita berharap bisa meraih
prestasi, tapi untuk paduan suara dewasa campuran serta lagu daerah
menjadi unggulan kami,” katanya.

Ketika ditanya kontingen daerah mana menjadi saingan berat, Yanto
melihat bisa saja dari Kabupaten Kubu Raya serta Sintang. “Nampaknya
dari KKR serta Sintang,” kata Yanto.

Sekitar 225 orang yang terdiri dari siswa Sekolah Dasar hingga
Mahasiswa, lanjut Yanto dilibatkan dalam perlombaan di Pesparawi kali
ini. Sebelum bertolak ke Singkawang, Kontingen Bengkayang mendapatkan
musibah, dimana Pelatih Kepala Pesparawi Kabupaten Bengkayang, yakni
Elieser Nubatonis meninggal dunia.

Yanto maupun peserta lainnya, menyebutkan sangat merasa kehilangan
dengan sosok kepelatihan almarhum, meskipun masih ada pelatih lainnya.
“Tentunya kami kehilangan, tapi kita semua harus tetap semangat
melaksanakan seluruh lomba yang ada,” katanya.

Yanto sendiri merupakan wakil dari Bumi Sebalo untuk lomba Paduan
suara pria. Dirinya sudah dua kali mengikuti kegiatan serupa, serta
pernahmenjadi juara di tingkat Kabupaten, serta pernah ikut di ajang
Provinsi.(fah)

JUMPA PERS

oleh: Eddy Permana

Singkawang, Info publik – Wakil Gubernur Kalbar, Christiandi Sanjaya membuka secara resmi pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII Kalbar di Stadion Kridasana, sebelumnya Christiandi dalam jumpa pers di Hotel Mahkota Singkawang, berharap kegiatan Pesparawi VII Kalbar di Kota Singkawang 21-25 Oktober 2013 dapat berjalan lancar.“Saya berharap kegiatan Pesparawi ke VII ini dapat berjalan dengan mulus,” kata Christiandi

Ia juga berharap acara Pesparawi tidak diguyur hujan, mengingat cuaca sore di Kota Singkwang yang telah diguyur hujan lebat. “ Kita berharap pembukaan nanti malam tidak diguyur hujan, serta seluruh rangkaian hiburan dapat ditampilkan,” ujarnya Senin (21/10).

Kepada seluruh kontigen Pesparawi sebanyak 14 Kabupaten/Kota, saya ucapkan selamat datang dan selamat bertanding, jadilah tim yang terbaik, karena  tim terbaik akan mewakili Kalbar pada ajang Pesparawi tingkat nasional, kata Christiandi.

Walikota Singkawang, Awang Ishak selaku tuan rumah berjanji akan menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh kontigen yang hadir. “Kita sebagai tuan rumah akan memberikan yang terbaik bagi kontigen yang hadir,”katanya.

Lanjut Awang menambahkan bahwa dalam Pesparawi di Kota Singkawang ini, banyak berbagai suku, etnis dan agama ikut tampil didalamnya, baik kepanitian maupun sebagai pengisi hiburan pembuka seperti tarian kolosal yang melibatkan 500 orang penari.


Kontingen Sintang Optimis Raih Juara Umum Pesparawi

Singkawang (Kalbar Times) - Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII Kalimantan Barat, yang dipusatkan di Stadion Kridasana Singkawang pada 21 - 25 Oktober 2013 tampak beberapa peserta dari masing-masing Kabupaten / Kota di Kalimantan Barat mulai berdatangan di Kota Singkawang.

Dari data yang dihimpun, peserta yang datang itu, mulai dari Kabupaten Sintang dengan jumlah peserta 64 (pria) dan 106 (wanita), Kab. Kubu Raya dengan jumlah peserta 95 (pria) dan 120 (wanita), Kab. Landak dengan jumlah peserta 44 (pria) dan 58 (wanita), Ketapang dengan jumlah peserta 33 (pria) dan 62 (wanita).

Sedangkan dari Kab. Sanggau dengan jumlah peserta 61 (pria) dan 73 (wanita), Kab. Kapuas Hulu dengan jumlah peserta 70 (pria) dan 92 (wanita), Kab. Pontianak dengan jumlah peserta 49 (pria) dan 62 (wanita), Kab. Melawi dengan jumlah peserta 61 (pria) dan 89 (wanita).

Untuk Kab. Sekadau dengan jumlah peserta 89 (pria) dan 73 (wanita), Kota Pontianak dengan jumlah peserta 78 (pria) dan 92 (wanita), Kab. Kayong Utara dengan jumlah peserta 9 pria dan 1 wanita, dan terakhir Kota Singkawang (sebagai tuan rumah) dengan jumlah peserta 88 pria dan 130 wanita. 

Sementara itu, Ketua Kontingen dari Kabupaten Sintang, Terry Ibrahim mengatakan, jika peserta yang dibawanya sudah tiba di Singkawang, sejak Jumat lalu, ungkapnya kepada Kalbar Times, Senin (21/10) kemarin.

Dengan adanya tenggat waktu jelang pelaksanaan, katanya  dimanfaatkan untuk beristirahat peserta juga menggunakannya untuk latihan secara ringan, sebelum perlombaan di mulai.

“Di samping beristirahat, kami juga latihan secara intens dan padat, untuk memoles yang mana masih ada kekurangan,” ujarnya.

Pihaknya sangat merasa optimis, peserta yang dibawanya itu sudah siap untuk mengikuti Pesparawi VII Kalimantan Barat di Kota Bumi Bartuah Gayung Bersambut ini.

“Pada prinsipnya kami sudah siap, termasuk dengan mental, penguasaan materi dan lagu-lagu kami sudah siap. Jadi tinggal menentukan juara atau tidak itu terletak di tangan dewan juri, dan itu sudah menjadi keputusan dan kewenangan mereka,” ucapnya.

Terry berharap, kontingen yang dibawanya itu nanti, dapat meraih juara umum dalam Pesparawi tersebut.

“Sebagai kontingen kami punya target untuk bisa mendapat juara umum. Disamping berdoa, kami juga sudah berusaha dalam melakukan persiapan menghadapi Pesparawi tersebut," harapnya. (KT 02)

sumber: Kalbar Times

Wagub : Pesparawi di Singkawang Sangat Luar Biasa

Singkawang (Kalbar Times) - Stadion Kridasana Kota Singkawang, Senin (21/10) kemarin malam tampak meriah. Ribuan orang berdatangan ke tempat itu untuk melihat pembukaan acara Pesparawi ke-VII tingkat Kalbar yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kalbar.

Acara pada malam itu dibuka dengan paduan suara agung dari kontingen Kota Singkawang, selanjutnya di isi devile para peserta Pesparawi Kalbar dengan iringan marching Band dari IIP Untan Pontianak yang diawali oleh Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Kayong Utara, Landak, Melawi, Kabupaten Pontianak, Kota Pontianak, Sambas, Sanggau, Sekadau, Sintang, Kubu Raya, Kota Singkawang,

Terdengar suara raungan sirine dari Staion Kridasana sebagai tanda dibukanya event Pesparawi VII oleh Wakil Gubernur Provinsi Kalbar, Christiyandi Sanjaya. Dalam kesempatan itu, Christiyandi menyampaikan salam dari Bapak Gubernur Kalbar, Cornelis, tidak dapat hadir lantaran dia sedang menjalankan tugas di luar negeri.

Dikatakan Christiyandi, sebelum menyaksikan secara langsung kemasan panitia dalam menyusun acara pembukaan Pesparawi VII, dirinya sempat ditanya beberapa rekan pers tentang kesiapan panitia dan pelaksanaan Pesparawi VII tingkat Kalbar di Singkawang yang sudah dinobatkan sebagai tuan rumah.

"Dikarenakan belum sempat menyaksikan, secara jujur saya belum bisa memberikan penilaian kesiapan panitia dan pelaksanaan Pesparawi ini. Namun setelah sampai disini (Stadion Kridasana), saya baru bisa merasakan dan menjawabnya, bahwa kesiapan panitia dan pelaksanaan Pesparawi VII tingkat Kalbar di Singkawang ini sangat luar biasa," ungkapnya lantangnya.

Dirinya merasa bersyukur karena berkesempatan menjadi pembicara terakhir pada pembukaan Pesparawi tersebut, adapun tujuan digelarnya Pesparawi di tingkat Kalbar ini, selain untuk menjalin antar peserta di tingkat Provinsi, juga sekaligus mencari peserta perwakilan kalbar untuk mengikuti Pesparawi ke tingkat Nasional.

Maka dari itu, Christiyandi meminta kepada peserta untuk betul-betul berusaha secara optimal sehingga nantinya layak dinobatkan untuk mewakili Kalbar ke tingkat Nasional. Diharapkan pelaksanaan Pesparawi VII tingkat Kalbar di Singkawang ini, pelaksanaannya akan lebih baik dari Pesparawi sebelumnya.

"Kepada panitia, saya ucapkan terima kasih atas kerjasama dan kerja kerasnya sehingga acara pembukaan ini terkesan luar biasa. Mari kita bergotong royong untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan Pesparawi ini," ajaknya.

Acara semakin meriah dengan penampilan 500 penari yang membawakan tarian "Gema Lonceng Pesparawi" serta digelarnya pesta kembang api. (KT 02)

sumber: Kalbar Times

SUKSESKAN PESPARAWI VII PROV. KALBAR DI SINGKAWANG

Singkawang (Kalbar Times) - Sebelum membuka secara resmi perhelatan Pesparawi, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya melakukan jumpa pers dengan sejumlah media cetak dan elektronik di salah satu ruang hotel Mahkota, Senin (21/10) malam

Cristiandy yang di dampingi oleh Sekda Kalbar, Walikota Singkawang, Direktur Urusan Agama Kristen, Dirjen Bimmas Kristen Kemenag RI, Drs. Andar Gultom, MPd Kementerian Agama RI, serta panitia sangat mengharapkan agar Pesparawi ini dapat mengukir prestasi dan meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, kata dia.

Karena, sebutnya kontingen yang nantinya berprestasi akan mewakili Kalbar dalam perhelatan Pesparawi di tingkat nasional. " Pagelaran ini penting, dan karena terkait keimanan, sehingga diharapkan antar umat beragama semua mendukung," katanya.

Bukan hanya kegiatan Pesparawi saja yang harus didukung, namun kegiatan agama lainnya seperti perhelatan agama Islam yaitu MTQ.

Ditempat yang sama, Andar Gultom menyebutkan kalau acara ini adalah program nasional. "Ini memang gawai kristen, namun selalu melibatkan umat agama lain seperti agama Islam, bahkan sebaliknya pada saat MTQ tingkat nasional selalu melibatkan panitia dari para pendeta.

Sekda Kalbar, M. Zeet, menyebutkan  dengan nantinya suksesnya Pesparawi Kalbar di Singkawang, maka akan menjadi percontohan bagi kabupaten dan kota lain yang nantinya juga akan menjadi tuan rumah perhelatan Pesparawi tingkat Kalbar. (KT 02)

Pesparawi Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Resmi di buka

oleh: Miftahul Khair

Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII Kalimatan Barat, resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya pada Senin (21/10) malam kemarin di stadion Kridasana Kota Singkawang dan berlangsung meriah.

Walaupun sore harinya Kota Singkawang diguyur hujan dan baru reda menjelang malam, namun tidak menyurutkan warga Kota Singkawang untuk menyaksikan kegiatan Pesparawi, untuk yang pertama kalinya di Kota Singkawang. Tribun penonton yang berada di lapangan Kridasana penuh sesak oleh tamu undangan dan masyarakat yang ikut menyaksikan.

Dalam sambutannya Wakil Gubernur Kalimantan Barat mengatakan bahwa kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kalimatan Barat bertujuan untuk memupuk tali persaudaraan, rasa kebersamaan dari ungkapan kesetiaan terhadap Tuhan yang Maha Esa serta cerminan kebersamaan dan kesatuan umat, ujarnya.

Wakil Gubernur, mengapresiasi pemerintah Kota Singkawang yang bekerja keras dalam penyelenggaraan Pesparawi VII tahun 2013 yang dinilainya cukup berhasil sebagai tuan rumah kali ini. Usai membacakan sambutan, Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya langsung menekan serine sebagai tanda pembukaan Pesparawi VII Tingkat Propinsi Kalimantan Barat.

Pembukaan Pesparawi VII Kalimantan Barat juga dihadiri Direktur Bimas Agama Kristen Kementerian Agama RI, Drs Andar Gultom, M.Pd, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Barat, H.M Husein D. Mahmud, Kepala Kankemenag Kota Singkawang, Drs H Jawani, dan Kasubag TU Kankemenag Kota Singkawang Drs H Arnadi, M.Pd. Selain itu hadir juga para pejabat di lingkungan Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat dan pejabat daerah dari Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya Direktur Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Drs Andar Gultom, M.Pd mengatakan kegiatan Pesparawi ini diharapkan dapat memperkuat rasa keberagamaan, dengan menjalin kerukunan dan menjalin tali persaudaraan. Kebersamaan dan kejujuran harus selalu dikedepankan, ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Singkawang, Drs H Awang Ishak, M.Si mengungkapkan, Singkawang merupakan daerah yang majemuk. Oleh karenanya, sudah menjadi keharusan untuk saling menghargai dan menghormati antarsesama. Perbedaan harus disikapi dengan saling menghargai “ ujarnya.

Ketua Panitia Pesparawi VII Kalbar, Drs Libertus, M.Si mengungkapkan, Pesparawi merupakan bagian dari kegiatan pembinaan mental dan spritual, moral dan etika,” ungkapnya saat memberikan sambutan. Dia menyatakan, merupakan kehormatan bagi Singkawang menjadi tuan rumah. Sebab, setelah tahun ini, maka 42 tahun akan datang baru Singkawang akan menjadi tuan rumah.

Kegiatan Pesparawi ini berlangsung dari tanggal 21 s/d 25 Oktober 2013. Kegiatan ini diikuti oleh 14 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat. Sebelum acara pembukaan dimulai, penampilan Marching Band Gelegar Bramantia Khatulistiwa, membuat suasana semakin meriah. Marching Band ini juga mengiringi defile kontingen Kabupaten/Kota. Begitu juga ketika seremoni kegiatan pembukaan selesai, diisi dengan berbagai hiburan, diantaranya penampilan tari klosal Kota Singkawang, yang melibatkan 500 orang penari.

sumber: http://kalbar.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=162252

Selasa, 22 Oktober 2013

Walikota Pantau Persiapan Pesparawi


By Asep Haryono

SINGKAWANG-Polres Singkawang melibatkan Tim Gegana Brimob B Kota Singkawang melakukan sterilisasi di Stadion Kridasana Kota Singkawang untuk mengantisipasi bom saat berlangsungnya pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII Kalimantan Barat, Senin (21/10) malam, di Kota Singkawang. “Antisipasi masalah Bom, kita melaukan sterilasi di Stadion Kridasana, yang melibatkan tim gegana dari Brimob B Kota Singkawang,” kata Kapolres Singkawang, AKBP Andreas Widihandoko melalui Kabag Ops, Kompol Bastian, Senin (21/10) sore.

Dengan peralatan lengkap sejumlah petugas itu melakukan sterilisasi area Kridasana untuk memastikan tidak terjadi ledakan bom saat berlangsungnya even akbar tersebut. Karena itu, perlu dilakukan deteksi dini untuk mencegah teror itu merupakan bagian dari pengamanan Pesparawi VII Kalbar.

Bastian menyebutkan sterilisasi yang dilakukan tim gegana itu tidak hanya pada pintu masuk, tapi hampir pada semua titik termasuk lokasi VIP dan panggung utama. Dengan sterilisasi ini, polisi tidak ingin kecolongan dengan aksi pelaku kejahatan. “Jika saat sterilisasi kita temukan, akan langsung diamankan. Kita berharap itu tidak terjadi, apalagi pada momen kegiatan ini,” jelas dia. Untuk sterilisasi ini pun, kata dia, hanya dilakukan saat pembukaan dan penutupan.

“Ketika ada tamu VIP maka perlu kita lakukan sterilisasi untuk antisipasi bom,” kata dia. Sedangkan untuk pengamanan saat pembukaan, Bastian menyebutkan ada 450 personil yang dilibatkan, mulai dari Polres Singkawang, Brimob Kota Singkawang, Kodim 1202/Skw, Satpol PP Kota Singkawang, pemadam kebakaran, Dishubkominfo dan Pemuda Pancasila. “Jumlah itu sudah termasuk pengamanan lalu lintas, ini kita lakukan saat pembukaan serta penutupan,” ujar dia. Sedangkan pengamanan ketika acara berlangsung, ujar Bastian, bersifat flesibel yakni menyesuaikan dengan tingkat keramaian masyarakat pada tempat-tempat acara digelar.

Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Awang Ishak didampingi para Asistenserta beberapa kepala SKPD dan Panitia meninjau langsung pelaksanaan persiapan terakhir pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII Kalimantan Barat di Stadion Kridasana, Minggu (20/10) malam. Persiapan terakhir langsung dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang, Syech Bandar didampingi Plt Kepala Dinas Disbudparpora, Lies Indari serta pelatih tari. Susunan acara yang akan dilangsungkan selama pembukaan pada Senin (21/10) malam, satu persatu secara berurutan seluruhnya  dilaksanakan.

Wali Kota juga melihat langsung bagaimana persiapan dari kelompok Marching Band dari Taruna Program Studi IP. Termasuk kesiapan dari sekitar 500 penari yang akan membawakan tarian bertemakan Gema Lonceng Pesparawi. Meskipun sempat gerimis, latihan secara keseluruhan dilaksanakan dengan khidmat. “Semua susunan acara yang akan dilaksanakan dalam pembukaan, harus benar-benar dilaksanakan secara keseluruhan,” kata Bandar menyemangati seluruh penari maupun pihak yang terlibat dalam pembukaan Pesparawi. Dalam kegiatan Pesparawi yang bertemakan Mazmurkanlah Kemuliaan Namanya, Muliakanlah Dia Dengan  Puji-Pujian ini. Setelah secara keseluruhan peserta yakni sekitar dua ribuan lebih datang ke Singkawang. Pada Minggu (20/10) sesuai jadwal dilaksanakan Ibadah Minggu Kotingen.

Panitia pun telah menyiapkan beberapa tempat ibadah, yakni di Gereja Katolik ST. Fransiskus Assissi disediakan bagi kontingen dari Kabupaten Sintang, Ketapang, Kapuas Hulu, Sekadau, dan Kayong Utara. GSJA Singkawang (Sintang), GPIBI Singkawang (Kapuas Hulu), Gereja Sungai Yordan (Kapuas Hulu dan Ketapang), GKE Singkawang (Sekadau), GKKB (Ketapang dan Kayong Utara), Geprin (Kapuas Hulu), HKBP Singkawang (Sintang), GBI Singkawang (Sintang), GPDI Ebenhaezer Kaliasin (Kapuas Hulu), GPDi Shekinah Singkawang (Sekadau), GPIB Singkawang (Sintang dan Sekadau). Jumlah kontingen 701 rinciannya Sintang 170, Landak 102, Ketapang 95 Kapuas Hulu, 162, Sekadau 162 dan Kayong Utara 10.

Kemudian pada senin (21/10) sekitar pukul 16.00 Wib hingga selesai dilaksanakan seminar/workshop di Hotel Dangau  yang dilanjutkan dengan pelaksanaan Ibadah Agung Acara Pembukaan dan diteruskan dengan acara pembukaan Pesparawi VII Kalbar di Stadion Kridasana pada malam harinya, yang rencananya dilakukan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya.(mse/fah)

Wagub Harapkan Pesparawi KalBar Sukses

 

Selasa, 22 201306:07 pm

Wagub Harapkan Pesparawi VII Kalimantan Barat Berjalan Lancar

Singkawang, Infopublik – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandi Sanjaya membuka secara resmi pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII Kalbar di Stadion Kridasana, Kota Singkawang, Senin (21/10) malam.
Sebelumnya, Wagub Christiandi dalam jumpa pers di Hotel Mahkota Singkawang, berharap kegiatan Pesparawi VII Kalbar di Kota Singkawang dari 21-25 Oktober 2013 dapat berjalan lancar. “Saya berharap kegiatan Pesparawi VII ini dapat berjalan dengan mulus,” kata Christiandi .
Ia juga berharap acara Pesparawi tidak diguyur hujan, mengingat cuaca sore di Kota Singkwang yang telah diguyur hujan lebat. “Kita berharap pembukaan nanti malam tidak diguyur hujan, serta seluruh rangkaian hiburan dapat ditampilkan,” ujarnya, Senin (21/10).
Kepada seluruh kontingen Pesparawi sebanyak 14 Kabupaten/Kota, ia ucapkan selamat datang dan selamat bertanding. “Jadilah tim yang terbaik, karena  tim terbaik akan mewakili Kalbar pada ajang Pesparawi tingkat nasional,” kata Christiandi.
Sementara Walikota Singkawang Awang Ishak selaku tuan rumah berjanji akan menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh kontigen yang hadir. “Kita sebagai tuan rumah akan memberikan yang terbaik bagi kontigen yang hadir,” katanya.
Awang menambahkan bahwa dalam Pesparawi di Kota Singkawang ini, berbagai suku, etnis dan agama ikut tampil di dalamnya, baik dalam kepanitian maupun sebagai pengisi hiburan pembuka seperti tarian kolosal yang melibatkan 500 orang penari. (eddy/toeb)

Selasa, 15 Oktober 2013

Polres Singkawang Melaksanakan Rapat Persiapan Pengamanan PESPARAWI ke VII Se Kalimantan Barat

Jumat, 11 Oktober 2013 - 10:38:12 WIB Diposting oleh : Polres Skw | Kategori: Polres Skw - Dibaca: 13 kali Singkawang, 11 Oktober 2013 pukul 08.00 s/d selesai bertempat di Aula Polres Singkawang telah dilaksanakan rapat koordinasi berkaitan dengan persiapan Pengamanan PESPARAWI (Pesta Paduan Suara Gerejawi) ke VII se Kalimantan Barat yang di pimpin oleh Kabag Ops Polres Singkawang mewakili Kapolres Singkawang dan dihadiri oleh Pejabat Polres Skw, Pasi Ops Kodim Singkawang, Pa Pom TNI Skw ,Sat Pol PP Skw, Dishub Skw, dan para kepala security dari 18 Hotel yang menjadi lokasi penginapan para Kontingen PESPARAWI ke VII. Dalam Rapat ini Kabag Ops memaparkan Rencana Pengamanan PESPARAWI ke VII yang telah di persiapkan dan ploting pers baik dari Polres Singkawang maupun Instansi terkait, Dalam sambutannya juga Kabag Ops berharap kepada para pihak khususnya pihak yang berkaitan dengan tugas pengamanan selama kegitan berlangsung agar saling sinergis demi menciptakan keamanan dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung. Pada rapat ini juga perwakilan dari instansi terkait juga mengatakan akan mendukung sepenuhnya kegiatan pengamanan yang dilakukan dan akan saling bersinergis demi menciptakan keamanan dan kelancaran pelaksanaan kegiatan PESPARAWI ke VII se Kalimantan Barat di Wilayah Hukum Polres Singkawang ini. Snd http://www.kalbar.polri.go.id/berita-71-polres-singkawang-melaksanakan-rapat-persiapan-pengamanan-pesparawi-ke-vii-se-kalimantan-barat.html

Minggu, 13 Oktober 2013

Sekda Prov Kalbar Minta Panitia Pesparawi Berhemat






Foto By Pontianak Post
Kamis, 12 September 201308:54 am
Pontianak, InfoPublik - Sekda Prov. Kalimantan Barat M. Zeet Hamdy Assovie meminta panitia pesta paduan suara gerejawi (Pesparawi) VII tingkat Provinsi Kalbar harus betul-betul berhemat, terutama dalam mengelola anggaran yang akan digunakan dalam even tiga tahunan umat kristiani tersebut.
"Panitia harus betul-betul pandai berhemat dalam menggunakan anggaran pesparawi, tenaga fungsional pegawai bisa dikoordinasikan,". kata M. Zeet saat menerima ekspos Panitia Pesparawi VII, di Kantor Gubernur Kalbar, di Pontianak, Rabu (11/9).
Selain itu, mantan Sekda Singkawang ini menganjurkan panitia menggandeng sposor untuk mendukung acara, dan Kota Singkawang diharapkan menjadi inspirator untuk pesparawi berikutnya.
Musda nantinya dibuat cepat sehingga untuk pesparawi berikutnya bisa dicicil untuk dimasukkan ke APBD dalam arti membangun sistem. Diharapkan kedepan memang sistem pengaturan kontingen menjadi tanggung jawab Kabupaten Kota, sehingga panitia hanya menyediakan tempat dan mensukseskan acara.
Untuk teknis acara, Sekda memberikan masukan yang harus dicermati panitia tentang listrik, performance, atribut, lighting, air bersih.
M. Zeet, yang juga Ketua PBNU Kalbar, akan mengerahkan pamswakarsa sukarela dari NU dan GP Anshor untuk membantu panitia Pesparawi.  "Kami akan kerahkan GP Anshor untuk Pesparawi, nanti nginapnya diposkokan di pondok pesantren Singkawang, panitia tidak perlu memikirkannya lagi," katanya .
Dalam Ekspos yang disampaikan Ketua Umum Pesparawi VII, Libertus bersama Sekda Syech Bandar dan panitia, dipaparkan acara pembukaan pesparawi akan digelar di Stadion Kridasana, Singkawang.
Sedangkan cabang lomba yang dilombakan berjumlah 11 cabang, pameran, seminar, dan rencana penggunaan anggaran kurang lebih Rp8 miliar. (HUM/HR/toeb)

Kamis, 10 Oktober 2013

Panitia Siap Gelar Pesparawi VII Kalbar



Infopontianak.Com, SINGKAWANG - Panitia Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) mematangkan persiapan pelaksanaan Pesparawi VII Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2013, bertempat di Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Selasa (20/8/2013). 
 
Dalam kegiatan tersebut hadir Wali Kota Singkawang, Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar dan jajaran pejabat di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Kasi Bimas Kristen Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kalbar, dan Panitia Pesparawi.

Wali Kota Singkawang, Awang Ishak, dalam arahannya mengharapkan agar panitia yang sudah dibentuk melalui SK Gubernur Provinsi Kalimantan Barat Nomor 627/KESSOS/2011 bekerja secara maksimal, agar kegiatan Pesparawi Kalbar yang akan diselenggarakan di Kota Singkawang tersebut bisa berjalan sesuai dengan tujuan.

“Momen kegiatan ini diharapkan bisa dikemas dengan baik dan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya Kota Singkawang. Masyarakat bisa mengemas rumahnya menjadi Home Stay, UMKM akan mendapat tampias rezeki, dan sebagainya” kata Awang.

Sementara itu Kepala Biro Kessos Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Susanto Tri Nugroho, dalam kesempatan tersebut menyampaikan untuk meraih kesuksesan penyelenggaraan Pesparawi VII Provinsi Kalimantan Barat, pihaknya sudah melakukan konsultasi dan koordinasi dengan pimpinan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

“Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan mengumpulkan para Sekda seluruh Provinsi Kalimantan Barat dan panitia diharapkan bisa melaksanakan ekspos terkait dengan persiapan dan permasalahan yang dihadapi” kata Tri.

Ketua Umum Penyelenggaraan Pesparawi VII, Libertus, mengatakan kesiapannya untuk melakukan ekspos.
“Kapan saja kita sudah siap apabila Bapak Gubernur meminta kami selaku panitia pelaksana untuk ekspos. Kegiatan Pesparawi VII ini merupakan gawai kita bersama, kami berharap dengan pertemuan ini ada jalinan komunikasi yang lebih baik sehingga penyelenggaraan Pesparawi VII Provinsi Kalimantan Barat bisa berjalan sesuai harapan” harapnya
 http://www.infopontianak.com/blog/panitia-siap-gelar-pesparawi-vii-kalbar/

Panitia Siap Gelar Pesparawi VII Kalbar



TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Panitia Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) mematangkan persiapan pelaksanaan Pesparawi VII Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2013, bertempat di Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Selasa (20/8/2013).

Dalam kegiatan tersebut hadir Wali Kota Singkawang, Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar dan jajaran pejabat di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Kasi Bimas Kristen Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kalbar, dan Panitia Pesparawi.

Wali Kota Singkawang, Awang Ishak, dalam arahannya mengharapkan agar panitia yang sudah dibentuk melalui SK Gubernur Provinsi Kalimantan Barat Nomor 627/KESSOS/2011 bekerja secara maksimal, agar kegiatan Pesparawi Kalbar yang akan diselenggarakan di Kota Singkawang tersebut bisa berjalan sesuai dengan tujuan.

"Momen kegiatan ini diharapkan bisa dikemas dengan baik dan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya Kota Singkawang. Masyarakat bisa mengemas rumahnya menjadi Home Stay, UMKM akan mendapat tampias rezeki, dan sebagainya" kata Awang.

Sementara itu Kepala Biro Kessos Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Susanto Tri Nugroho, dalam kesempatan tersebut menyampaikan untuk meraih kesuksesan penyelenggaraan Pesparawi VII Provinsi Kalimantan Barat, pihaknya sudah melakukan konsultasi dan koordinasi dengan pimpinan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

"Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan mengumpulkan para Sekda seluruh Provinsi Kalimantan Barat dan panitia diharapkan bisa melaksanakan ekspos terkait dengan persiapan dan permasalahan yang dihadapi" kata Tri.

Ketua Umum Penyelenggaraan Pesparawi VII, Libertus, mengatakan kesiapannya untuk melakukan ekspos.
"Kapan saja kita sudah siap apabila Bapak Gubernur meminta kami selaku panitia pelaksana untuk ekspos. Kegiatan Pesparawi VII ini merupakan gawai kita bersama, kami berharap dengan pertemuan ini ada jalinan komunikasi yang lebih baik sehingga penyelenggaraan Pesparawi VII Provinsi Kalimantan Barat bisa berjalan sesuai harapan" harapnya

Penulis: zulkifli
Editor: Arief

Panitia Siap Gelar Pesparawi VII Kalbar


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Panitia Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) mematangkan persiapan pelaksanaan Pesparawi VII Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2013, bertempat di Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Selasa (20/8/2013).
Dalam kegiatan tersebut hadir Wali Kota Singkawang, Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar dan jajaran pejabat di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Kasi Bimas Kristen Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kalbar, dan Panitia Pesparawi.
Wali Kota Singkawang, Awang Ishak, dalam arahannya mengharapkan agar panitia yang sudah dibentuk melalui SK Gubernur Provinsi Kalimantan Barat Nomor 627/KESSOS/2011 bekerja secara maksimal, agar kegiatan Pesparawi Kalbar yang akan diselenggarakan di Kota Singkawang tersebut bisa berjalan sesuai dengan tujuan.
"Momen kegiatan ini diharapkan bisa dikemas dengan baik dan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya Kota Singkawang. Masyarakat bisa mengemas rumahnya menjadi Home Stay, UMKM akan mendapat tampias rezeki, dan sebagainya" kata Awang.
Sementara itu Kepala Biro Kessos Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Susanto Tri Nugroho, dalam kesempatan tersebut menyampaikan untuk meraih kesuksesan penyelenggaraan Pesparawi VII Provinsi Kalimantan Barat, pihaknya sudah melakukan konsultasi dan koordinasi dengan pimpinan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
"Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan mengumpulkan para Sekda seluruh Provinsi Kalimantan Barat dan panitia diharapkan bisa melaksanakan ekspos terkait dengan persiapan dan permasalahan yang dihadapi" kata Tri.
Ketua Umum Penyelenggaraan Pesparawi VII, Libertus, mengatakan kesiapannya untuk melakukan ekspos.
"Kapan saja kita sudah siap apabila Bapak Gubernur meminta kami selaku panitia pelaksana untuk ekspos. Kegiatan Pesparawi VII ini merupakan gawai kita bersama, kami berharap dengan pertemuan ini ada jalinan komunikasi yang lebih baik sehingga penyelenggaraan Pesparawi VII Provinsi Kalimantan Barat bisa berjalan sesuai harapan" harapnya
Penulis: zulkifli
Editor: Arief

Persiapan Pesparawi Kalbar Sudah 90 Persen


Kalimantan Barat - PONTIANAK, (kalimantan-news) - Panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke-VII Provinsi Kalimantan Barat menyatakan persiapan ajang yang rencananya digelar pada 21 - 25 Oktober di Kota Singkawang sudah mencapai 90 persen.
"Secara teknis, persiapan sudah 90 persen. Kita tinggal menunggu pelaksanaannya," kata Koordinator Bidang Dokumentasi, Publikasi dan Komunikasi Panitia Pesparawi ke-VII Provinsi Kalbar, Istri Handayani di Pontianak, Kamis.

Ia melanjutkan, persiapan Kota Singkawang selaku tuan rumah telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Sekaligus membentuk kerja sama dan koordinasi, persiapan teknis yang melibatkan banyak pihak terkait.

Saat ini, sekitar 500 penari terus berlatih secara intensif di Stadion Kridasana Singkawang, yang akan dijadikan tempat pembukaan Pesparawi tersebut.

"Mereka akan menampilkan tarian multi etnis yang menunjukkan keberagaman di Kalbar," kata Istri Handayani.

Selain itu, panitia juga gencar melakukan sosialisasi dengan melibatkan pihak media massa baik secara langsung atau tidak untuk menyiarkan setiap aktivitas terkait persiapan Pesparawi.

Ia memperkirakan akan hadir tiga ribu peserta dan ofisial dari 14 kabupaten dan kota dari seluruh Kalbar.

Ia mengakui, jumlah tersebut cukup banyak dan harus mendapat perhatian. "Termasuk penginapan, konsumsi, transportasi dan sebagainya," kata Istri Handayani.

Kota Singkawang sendiri kerap menjadi tuan rumah untuk kegiatan yang melibatkan ribuan orang seperti perayaan Cap Go Meh dan MTQ tingkat provinsi beberapa tahun lalu.

"Selain sukses dalam penyelenggaraan, kami juga menargetkan sukses dalam prestasi," ujar wanita berkerudung ini. (das/ant)
 http://www.kalimantan-news.com/berita.php?idb=22446