SUKSESKAN PESPARAWI VII TINGKAT PROV. KALBAR DI KOTA SINGKAWANG
Tampilkan postingan dengan label liputan kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liputan kegiatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 November 2013

Sabtu, 26 Oktober 2013

Media Berperan Strategis Dalam Pesparawi

Singkawang, 25/10/2013 (Media Center) Koordinator Bidang Humas dan Publikasi Pesparawi VII Provinsi Kalimantan Barat, Istri Handayani,  bertempat di Media Center (25/10) menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada semua media massa yang telah memberikan bantuan dan kerjasamanya dalam mensosialisasikan dan mempublikasikan kegiatan Pesparawi, Jum’at (25/10).

Istri mengungkapkan dalam Bidang Dokumentasi Humas dan Publikasi ada tiga tugas pokok dan fungsi yang harus dilaksanakan, antara lain sosialisasi, publikasi dan dokumentasi.

“untuk menunjang  ketercapaian tujuan pada sosiaalisasi dan publikasi, media massa mempunyaai peranan yang sangat penting. Dan Alhamdulillah banyak media massa yang berpartisipasi dan membantu serta bekerjasama dalam mensosialisasikan dan mempublikasikan kegiatan Pesparawi. Baik Media cetak, media elektronik seperti LPS, RRI, Ruai TV dan TVRI, maupun media online semua berpartisipasi” ungkap Istri.

Lebih lanjut Istri menjelaskan bahwa sosialisasi Pesparawi dilaksanakan sebelum kegiatan berlangsung sampai dengaan kegiatan Pesparawi selesai dilaksanakan.

“Sosialisasi disiarkan melalui Ruai TV, RRI, LPS dengan pengisi suara dan gambar Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Selain melalui media elektronik, sosialisasi juga dilaksanakan melalui media cetak dan media online. Begitu juga publikasi kegiatan selama kegiatan berlangsung, mulai pembukaan, perlombaan, city tour, pameran dan penutupan rekan-rekan media menunjukkan eksistensi dan kepeduliannya melalui peliputan di medianya.  Semoga Allah SWT membalas kebaikan rekan-rekan media, dank e depan bisa menjadi mitra yang lebih baik lagi” ungkap Istri.
Istri berharap melalui publikasi yang sudah disampaikan oleh berbagai media tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat, dan bisa dijadikan bahan dalam memperbaiki dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

“rekan-rekan media sudah menyampaikan informasi yang mengandung azas manfaat, edukasi, pencerahan dan empowering. Tinggal bagaimana masyarakat bisa menyimpulkaan dari setiap isi pemberitaan, dan mengaambil hikmahnya dalam menerapkan dalam kehidupannya” pungkas Istri. (*)

Rabu, 23 Oktober 2013

Lomba Paduan Suara Berjalan Khidmat

Singkawang (Kalbar Times) - Suara-suara merdu yang berisikan pujia-pujian kepada Tuhan terdengar di Balairung kantor Wali Kota Singkawang, Rabu (23/10) kemarin. Acara ini adalah dalam rangkaian acara Pesparawi ke-VII tingkat Kalimantan Barat yang mana Kota menjadi tuan rumah dalam acara rohani yang di gelar setiap tiga tahunan itu.

Sebelum acara di mulai, pembawa acara terlebih dahulu membacakan tata tertib seperti para peserta baru memasuki pentas setelah dipanggil, satu kali tampil dengan menyanyikan tiga buah lagu, nada dasar mutlak, lagu tidak dapat di ulang kecuali ada gangguan, kepada para penonton juga tidak di perkenankan untuk memberikan tepuk tangan kecuali sebelum dan sesudah peserta tampil.

Juri yang hadir juga adalah juri yang sangat berpengalaman di tingkat nasional seperti Linda Sitinjak, Wahono Hadi, Yohanes Herman. Pembawa acara juga sempat membacakan profil dari dewan juri, pendidikan, serta pengalaman dari masing-masing juri.

Perlomba Paduan Suara Tingkat Dewasa pada saat ini cukup menyedot perhatian orang-orang, sehingga ruangan di Balirung tersebut padat dengan orang-orang yang ingin menyaksikan paduan suara tersebut.

Peserta pertama dibuka oleh paduan suara dari Kabupaten Kapuas Hulu, dengan di pimpin seorang dirijen, para peserta lelaki dan perempuan yang berseragam warna hijau dan hitam dengan kombinasi batik tersebut tampak antusias mengikuti paduan suara dengan harapan dapat menoreh kemenangan.

Diwaktu yang sama pula, tepatnya di aula hotel Dangau Kota Singkawang juga berlangsung perlombaan dengan kategori solis remaja putri.

Satu persatu para peserta solis remaja putri tersebut semaksimal mungkin melantunkan suara merdunya dengan di iringi oleh alat musik organ untuk tampil terbaik di depan para penonton, khususnya para juri yang berada di depan untuk memberikan penilaian.

Secara umum Pesparwai adalah sebagai sarana menunjukkan kualitas bernyanyi saja, namun yang lebih penting lagi adalah penghayatan dari makna puji-pujian sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan yang maha esa.

Yang lebih penting adalah penghayatan dan pengaktualisasian nilai dan makna puji-pujian yang dibawa pada waktu bernyanyi yang merupakan ungkapan syukur kepada sang pencipta

Selain itu juga Pesparawi merupakan sarana untuk mempererat persatuan dan kesatuan serta menjalin kebersamaan umat Kristen dan dengan umat beragama lainnya. (KT 02)

sumber: Kalbar Times

Ditinggal Pelatih, Semangat Tak Kendur

oleh: Deny Femiar

Singkawang - Kontingen Kabupaten Bengkayang adalah kontingen terakhir yang menginjakan kaki di Kota Singkawang di ajang Pesparawi VII Propinsi Kalbar di Kota Singkawang 2013.

Kontingen ini datang terakhir, dikarenakan Direjen sekaligus ketua pelatih kontingen Kabupaten Bengkayang, Elieser Nubatonis meninggal dunia dua hari sebelum Pesparawi dimulai.

"Makanya kita tiba di Singkawang belakangan, karena kita menghormati ketua pelatih yang meninggal dunia," ujar salah-seorang kontingen Pesparawi Kabupaten Bengkayang, Yanto kepada PONTIANAK TIMES, Selasa (22/10).

Kita berharap kepada seluruh kontingen untuk tidak mengendur setelah ditinggal pergi bapak Elieser Nubatonis. Apalagi telah ditunjuk bapak dr. Iwan Laban untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan bapak Alieser, katanya.

Yanto juga memuji pelayanan yang diberikan Kota Singkawang sebagai tuan rumah Pesparawi VII. "Kota Singkawang telah memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh kontingen, baik pelayanan penginapan maupun pelayanan konsumsi," ungkap Yanto.

Kota berharap sukses Kota Singkawang sebagai tuan rumah ini juha diikuti kabupaten/kota yang lain diajang Pesparawi VIII berikutnya, harapnya.(dny)

Serba Terbatas, Kayong Utara Hanya Ikut Satu Kategori Lomba

oleh: Deny Femiar

Singkawang - Sebagai daerah otonomi yang baru terbentuk di Kalbar, tak menyurutkan niat kontingen dari Kabupaten Kayong Utara untuk turun dalam even Pesparawi VII tingkat Propinsi Kalbar di Kota Singkawang 21-25 Oktober 2013.

"Kita daerah baru, LPPD Kabupaten Kayong Utara pun baru terbentuk, sehingga inilah segala upaya kita untuk andil dalam Pesparawi tingkat propinsi ini," ujar Ketua Rombongan Kabupaten Kayong Utara, Daniel Palino, S.Th kepada Pontianak Times, Rabu (23/10).

Sehingga jika daerah lain menurunkan hingga ratusan peserta, kami hanya menurunkan 10 peserta saja. Dan dari 11 kategori yang dilombakan, kami yang mengikuti satu kategori saja. Kendati demikian, kami tetap semangat dan berharap disatu kategori yang diikuti itu dapat memberikan hasil yang memuaskan, katanya.

Kedepan, Daniel berharap, pada Pesparawi berikutnya akan menurunkan kontingen dengan maksimal, artinya seluruh kategori yang dilombakan kami turut andil.

"Terus terang untuk saat ini kita serba terbatas, baik dari segi pembinaan maupun dana bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah," ungkap Daniel.(dny)

Kontingen Bengkayang Optimis Raih Prestasi

oleh: Fahrizal

Kontingen peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi)
VII Kalimantan Barat asal Kabupaten Bengkayang, optimis bisa
mendapatkan prestasi diseluruh cabang lomba yang ada. Guna
mendapatkannya, rombongan dari Bumi Sebalo telah berlatih selama
delapan bulan untuk setiap jenis perlombaan.

Salah satu Kontingen dari Kabupaten Bengkayang, Yanto mengaku selain
persiapan yang telah dilaksanakan selama kurang lebih delapan bulan,
beberapa peserta di cabang lomba, sebelumnya telah mengukir prestasi,
baik di tingkat Kabupaten hingga Provinsi bahkan di tingkat Nasional.

“Pernah menjadi wakil Kalbar di tingkat Nasional meski belum meraih
prestasi, adalah jenis lomba Paduan Suara Dewasa Campuran,” kata
Yanto, ditengah persiapan berlomba di Balairung Kantor Walikota
Singkawang, Selasa (22/10).

Dalam Pesparawi yang dilaksanakan di Singkawang, lanjut Yanto, yang
berpeluang memperoleh prestasi adalah di Paduan Suara Dewasa Campuran,
kemudian lomba lagu daerah. “Semuanya kita berharap bisa meraih
prestasi, tapi untuk paduan suara dewasa campuran serta lagu daerah
menjadi unggulan kami,” katanya.

Ketika ditanya kontingen daerah mana menjadi saingan berat, Yanto
melihat bisa saja dari Kabupaten Kubu Raya serta Sintang. “Nampaknya
dari KKR serta Sintang,” kata Yanto.

Sekitar 225 orang yang terdiri dari siswa Sekolah Dasar hingga
Mahasiswa, lanjut Yanto dilibatkan dalam perlombaan di Pesparawi kali
ini. Sebelum bertolak ke Singkawang, Kontingen Bengkayang mendapatkan
musibah, dimana Pelatih Kepala Pesparawi Kabupaten Bengkayang, yakni
Elieser Nubatonis meninggal dunia.

Yanto maupun peserta lainnya, menyebutkan sangat merasa kehilangan
dengan sosok kepelatihan almarhum, meskipun masih ada pelatih lainnya.
“Tentunya kami kehilangan, tapi kita semua harus tetap semangat
melaksanakan seluruh lomba yang ada,” katanya.

Yanto sendiri merupakan wakil dari Bumi Sebalo untuk lomba Paduan
suara pria. Dirinya sudah dua kali mengikuti kegiatan serupa, serta
pernahmenjadi juara di tingkat Kabupaten, serta pernah ikut di ajang
Provinsi.(fah)

JUMPA PERS

oleh: Eddy Permana

Singkawang, Info publik – Wakil Gubernur Kalbar, Christiandi Sanjaya membuka secara resmi pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII Kalbar di Stadion Kridasana, sebelumnya Christiandi dalam jumpa pers di Hotel Mahkota Singkawang, berharap kegiatan Pesparawi VII Kalbar di Kota Singkawang 21-25 Oktober 2013 dapat berjalan lancar.“Saya berharap kegiatan Pesparawi ke VII ini dapat berjalan dengan mulus,” kata Christiandi

Ia juga berharap acara Pesparawi tidak diguyur hujan, mengingat cuaca sore di Kota Singkwang yang telah diguyur hujan lebat. “ Kita berharap pembukaan nanti malam tidak diguyur hujan, serta seluruh rangkaian hiburan dapat ditampilkan,” ujarnya Senin (21/10).

Kepada seluruh kontigen Pesparawi sebanyak 14 Kabupaten/Kota, saya ucapkan selamat datang dan selamat bertanding, jadilah tim yang terbaik, karena  tim terbaik akan mewakili Kalbar pada ajang Pesparawi tingkat nasional, kata Christiandi.

Walikota Singkawang, Awang Ishak selaku tuan rumah berjanji akan menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh kontigen yang hadir. “Kita sebagai tuan rumah akan memberikan yang terbaik bagi kontigen yang hadir,”katanya.

Lanjut Awang menambahkan bahwa dalam Pesparawi di Kota Singkawang ini, banyak berbagai suku, etnis dan agama ikut tampil didalamnya, baik kepanitian maupun sebagai pengisi hiburan pembuka seperti tarian kolosal yang melibatkan 500 orang penari.


Pesparawi Ke-7 dipusatkan di Kota Singkawang

Singkawang,(LintasKalbar.com)-Polres Singkawang melibatkan Tim Gegana Brimob B Kota Singkawang melakukan sterilisasi di Stadion Kridasana Kota Singkawang untuk mengantisipasi bom saat berlangsungnya pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII Kalimantan Barat, Senin (21/10) malam, di Kota Singkawang.

“Antisipasi masalah Bom, kita melaukan sterilasi di Stadion Kridasana, yang melibatkan tim gegana dari Brimob B Kota Singkawang,” kata Kapolres Singkawang, AKBP Andreas Widihandoko melalui Kabag Ops, Kompol Bastian,(21/10)

Dengan peralatan lengkap sejumlah petugas itu melakukan sterilisasi area Kridasana untuk memastikan tidak terjadi ledakan bom saat berlangsungnya even akbar tersebut. Karena itu, perlu dilakukan deteksi dini untuk mencegah teror itu merupakan bagian dari pengamanan Pesparawi VII Kalbar.

Bastian menyebutkan sterilisasi yang dilakukan tim gegana itu tidak hanya pada pintu masuk, tapi hampir pada semua titik termasuk lokasi VIP dan panggung utama. Dengan sterilisasi ini, polisi tidak ingin kecolongan dengan aksi pelaku kejahatan.

“Jika saat sterilisasi kita temukan, akan langsung diamankan. Kita berharap itu tidak terjadi, apalagi pada momen kegiatan ini,” jelas Bastian. Untuk sterilisasi ini pun, katanya, hanya dilakukan saat pembukaan dan penutupan.

“Ketika ada tamu VIP maka perlu kita lakukan sterilisasi untuk antisipasi bom,” kata Kompol Bastian. Sedangkan untuk pengamanan saat pembukaan, Bastian menyebutkan ada 450 personil yang dilibatkan, mulai dari Polres Singkawang, Brimob Kota Singkawang, Kodim 1202/Skw, Satpol PP Kota Singkawang, pemadam kebakaran, Dishubkominfo dan Pemuda Pancasila. “Jumlah itu sudah termasuk pengamanan lalu lintas, ini kita lakukan saat pembukaan serta penutupan,” ujar dia kepada LintasKalbar.com(21/10).

Sedangkan pengamanan ketika acara berlangsung, ujar Bastian, bersifat flesibel yakni menyesuaikan dengan tingkat keramaian masyarakat pada tempat-tempat acara digelar.

Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Awang Ishak didampingi para Asisten serta beberapa kepala SKPD dan Panitia meninjau langsung pelaksanaan persiapan terakhir pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII Kalimantan Barat di Stadion Kridasana, (20/10) malam. Persiapan terakhir langsung dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang, Syech Bandar didampingi Plt Kepala Dinas

Disbudparpora, Lies Indari serta pelatih tari. Susunan acara yang akan dilangsungkan selama pembukaan pada Senin (21/10) malam, satu persatu secara berurutan seluruhnya  dilaksanakan.

Wali Kota juga melihat langsung bagaimana persiapan dari kelompok Marching Band dari Taruna Program Studi IP. Termasuk kesiapan dari sekitar 500 penari yang akan membawakan tarian bertemakan Gema Lonceng Pesparawi. Meskipun sempat gerimis, latihan secara keseluruhan dilaksanakan dengan khidmat. “Semua susunan acara yang akan dilaksanakan dalam pembukaan, harus benar-benar dilaksanakan secara keseluruhan,” kata Bandar menyemangati seluruh penari maupun pihak yang terlibat dalam pembukaan Pesparawi. Dalam kegiatan Pesparawi yang bertemakan Mazmurkanlah Kemuliaan Namanya, Muliakanlah Dia Dengan  Puji-Pujian ini. Setelah secara keseluruhan peserta yakni sekitar dua ribuan lebih datang ke Singkawang. Pada Minggu (20/10) sesuai jadwal dilaksanakan Ibadah Minggu Kotingen.

Panitia pun telah menyiapkan beberapa tempat ibadah, yakni di Gereja Katolik ST. Fransiskus Assissi disediakan bagi kontingen dari Kabupaten Sintang, Ketapang, Kapuas Hulu, Sekadau, dan Kayong Utara. GSJA Singkawang (Sintang), GPIBI Singkawang (Kapuas Hulu), Gereja Sungai Yordan (Kapuas Hulu dan Ketapang), GKE Singkawang (Sekadau), GKKB (Ketapang dan Kayong Utara), Geprin (Kapuas Hulu), HKBP Singkawang (Sintang), GBI Singkawang (Sintang), GPDI Ebenhaezer Kaliasin (Kapuas Hulu), GPDi Shekinah Singkawang (Sekadau), GPIB Singkawang (Sintang dan Sekadau). Jumlah kontingen  701 rinciannya Sintang 170, Landak 102, Ketapang 95 Kapuas Hulu, 162, Sekadau 162 dan Kayong Utara 10.

Kemudian pada senin (21/10) sekitar pukul 16.00 Wib hingga selesai dilaksanakan seminar/workshop di Hotel Dangau  yang dilanjutkan dengan pelaksanaan Ibadah Agung Acara Pembukaan dan diteruskan dengan acara pembukaan Pesparawi VII Kalbar di Stadion Kridasana pada malam harinya, yang rencananya dilakukan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya.(Hendra E SH)
 http://www.lintaskalbar.com/2013/10/pesparawi-ke-7-dipusatkan-di-kota-singkawang/

Polres Gelar Pasukan Pengamanan Pelaksanaan Event Pesparawi VII Tk. Prov. Kalbar



Singkawang, Info Publik - Kapolres Singkawang, AKBP A. Widihandoko bertindak sebagai inspektur pada upacara gelar "Pasukan Pengamanan" dalam rangka pelaksanaan event Pesparawi VII tingkat Provinsi Kalbar, di Stadiun Kridasana, Jumat (18/10) pagi.


Sebanyak 250 personil dari kepolisian akan dilibatkan khusus untuk pengamanan selama kegiatan Pesparawi VII yang rencananya akan diselenggarakan pada 21 - 25 Oktober 2013 mendatang.

Dalam amanatnya, Widihandoko menyatakan, bahawa gelar pasukan ini bertujuan untuk mengecek sejauh mana persiapan personil dalam rangka pengamanan selama kegiatan tersebut, sehingga pelaksanaan Pesparawi kelak dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

Menurutnya, penyelenggaraan Pesparawi sangat berpotensi pada pengamanan yang sangat dinamis. Maka dari itu, kepada TNI/Polri dan instansi terkait, diharapkan bisa bekerja dengan serius sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik kepada semua pihak. Gelar Pasukan yang dilakukan ini juga, sambung Widihandoko, adalah merupakan persentasi dan kesiapan kita untuk menjamin keamanan, ketertiban dan kelancaran kegiatan Pesparawi. sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua pihak, “sarannya.

“Kepada yang sudah ditunjuk, selama bertugas hendaknya dilandasi dengan rasa tanggung jawab yang tinggi. Dan semua itu harus jelas, sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat kita cegah secepatnya," pintanya.

Setiap gangguan Kamtibnas yang kiranya dapat mengganggu ketertiban umum, guna mengoptimalkan pengamanan nanti, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antaralain, pertama, tegakkan introspeksi diri dengan mengedepankan sikap prefentif, persuasif, dan represif. Kedua, siapkan mental. Ketiga, lakukan sinergitas antar seluruh personil dan instansi terkait. Keempat, pahami sikap antar satu sama lain. Kelima, jauhkan sikap arogansi. Dan keenam, laksanakan tugas dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab. "Jika beberapa faktor ini bisa dilaksanakan dengan baik, insyaallah pelaksanaan Pesparawi nanti dapat berjalan dengan lancar, sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua pihak, “sarannya.

Sebelumnya Kabag. Ops Polres Singkawang, Kompol Bastian pernah mengatakan, jika polisi akan melakukan persiapan untuk memberikan pengamanan penuh selama perayaan HUT Pemkot dan Pesparawi VII Propinsi Kalbar 2013, yang akan digelar di Kota Singkawang pada tanggal 21-25 oktober mendatang.

Untuk pengamanan dua kegiatan itu, katanya, sebanyak 250 personil dari kepolisian akan dilibatkan. "Jumlah ini diluar dari personil lainnya,” Ujar Bastian.

Bastian menuturkan, kalau hanya untuk pengamanan dalam rangka HUT Pemkot, mungkin hanya sekitar 120 personil yang dilibatkan. Dikarenakan rangkaiannnya sekaligus dengan Pesparawi, maka sampai 250 personil disiagakan.

Selasa, 22 Oktober 2013

Pesparawi untuk Lestarikan Budaya Rohani

Senin, 21 Oktober 2013 21:52 WIB

Marching Band dari Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Untan tampil pada Pembukaan Pesparawi VII se-Kalbar di Standion Kridasana Singkawang, Senin (21/10/2013), | Foto: TRIBUN PONTIANAK/NASARUDDIN
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Ketua Panitia Pesparawi VII Kalbar, Libertus mengungkapkan, Pesparawi dilaksanakan dalam rangka melestarikan budaya rohani. Pesta, dalam hal ini, menurutnya, bukan berarti foya-foya.

"Pesparawi merupakan wadah menyampaikan visi kemanusian, kerukunan, keadilan, kesejahteraan. Sampaikan misi kemanusiaan, keanekaragaman, yang menghargai kemajemukan," ungkapnya saat memberikan sambutan, di Stadion Kridasana Singkawang, Senin (21/10/2013).

Dia menyatakan, merupakan kehormatan bagi Singkawang menjadi tuan rumah. Sebab, setelah tahun ini, maka 42 tahun akan datang baru Singkawang akan menjadi tuan rumah.

Meski demikian, Libertus menyayangkan beberapa baliho dan spanduk yang dipasang, dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan adanya oknum yang belum bisa menerima perbedaan.

Wali Kota Singkawang, Awang Ishak mengungkapkan, Singkawang merupakan daerah yang majemuk. Oleh karenanya, sudah menjadi keharusan untuk saling menghargai dan menghormati antarsesama.

"Hari ini kita laksanakan Pesparawi. Mari kita meriahkan. Selaku pemerintah, kita mengayomi semua masyarakat. Saat Cap Go Meh, kita meriahkan. Begitu juga saat ini," ungkapnya.

Awang menyatakan, bukanlah kita dilahirkan sebagai manusia bisa memilih suku, tempat. Oleh karenanya, buang egoisme keakuan.

"Perbedaan harus disikapi dengan saling menghargai. Keegoan hanya menjadi jalan kehancuran. Agama diwahyukan Tuhan untuk membela manusia. Agama adalah jalan, bukan tujuan. Dengan bimbingan agama, manusia diharapkan menjalani hidup dan membangun peradaban dengan benar," ujarnya.

Penulis: Nasaruddin
Editor: Arief

Wakil Gubernur Kalbar Buka Acara Pesparawi VII

Selasa, 22 201307:00 pm | Penulis MC Kota Singkawang | Dipublish oleh Tobari



Singkawang, InfoPublik – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya membuka secara resmi pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Stadion Kridasana, Singkawang, Senin (21/10) malam.

Walikota Singkawang Awang Ishak dalam sambutannya mengatakan demi kesuksesan kegiatan Pasparawi di Singkawang, semua waktu dan tenaga telah diluangkan, dan semua unsur telah dilibatkan tanpa ada perbedaan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama, selaku LPPN diwakili Direktur Urusan Agama Kristen Andar Gultom, mengatakan Pesparawi merupakan program nasional, setelah di tingkat provinsi, kegiatan ini juga dilaksankan di tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Ambon.

“Pesparawi tingkat nasional akan diadakan di Ambon, dimana daerah tersebut dikenal sebagai daerah konflik, diharapkan dari kegiatan ini akan bisa memberikan dampak positif atas kondisi tersebut,” kata Andar Gultom.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya  mengatakan, Singkawang sebagai tuan rumah, sangat luar biasa. Ia juga mengingatkan peserta untuk mempersiapkan semuanya dengan sebaik mungkin, sehingga hasilnya bisa maksimal dan diharapkan bisa menjadi wakil provinsi.

Wagub juga mengapresiasi kinerja dari panitia dan Pemkot Singkawang atas semua persiapan yang telah dilaksanakan.

Wagub mengatakan, Pesparawi, selain meningkatkan rasa keimanan kepada Tuhan YME, juga sebagai ajang seleksi. Seleksi itu dilakukan untuk menentukan tim mana yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Barat dalam kegiatan yang sama di tingkat nasional.

“Secara nasional, beberapa prestasi memang sudah didapatkan, namun dengan apa yang dihasilkan di Singkawang ini mampu meningkatkan prestasi Kalbar  di tingkat nasional,” kata Christiandy Sanjaya.

Setelah penyampaian  sambutan, dilanjutkan dengan persembahan tari bertemakan Gema Lonceng Pesparawi. Tarian tersebut pun mendapatkan sambutan hangat dari seluruh penonton, termasuk tamu-tamu kehormatan.

Di antaranya Sekda Provinsi Kalimantan Barat M Zeet Assovie, Walikota dan Wakil Walikota Singkawang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Singkawang, Ketua DPRD beserta Anggota DPRD Kota Singkawang serta undangan lainnya. (eddy/toeb)

sumber: http://infopublik.kominfo.go.id/read/57746/wakil-gubernur-kalbar-buka-acara-pesparawi-vii.html

Wagub Harapkan Pesparawi KalBar Sukses

 

Selasa, 22 201306:07 pm

Wagub Harapkan Pesparawi VII Kalimantan Barat Berjalan Lancar

Singkawang, Infopublik – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandi Sanjaya membuka secara resmi pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII Kalbar di Stadion Kridasana, Kota Singkawang, Senin (21/10) malam.
Sebelumnya, Wagub Christiandi dalam jumpa pers di Hotel Mahkota Singkawang, berharap kegiatan Pesparawi VII Kalbar di Kota Singkawang dari 21-25 Oktober 2013 dapat berjalan lancar. “Saya berharap kegiatan Pesparawi VII ini dapat berjalan dengan mulus,” kata Christiandi .
Ia juga berharap acara Pesparawi tidak diguyur hujan, mengingat cuaca sore di Kota Singkwang yang telah diguyur hujan lebat. “Kita berharap pembukaan nanti malam tidak diguyur hujan, serta seluruh rangkaian hiburan dapat ditampilkan,” ujarnya, Senin (21/10).
Kepada seluruh kontingen Pesparawi sebanyak 14 Kabupaten/Kota, ia ucapkan selamat datang dan selamat bertanding. “Jadilah tim yang terbaik, karena  tim terbaik akan mewakili Kalbar pada ajang Pesparawi tingkat nasional,” kata Christiandi.
Sementara Walikota Singkawang Awang Ishak selaku tuan rumah berjanji akan menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh kontigen yang hadir. “Kita sebagai tuan rumah akan memberikan yang terbaik bagi kontigen yang hadir,” katanya.
Awang menambahkan bahwa dalam Pesparawi di Kota Singkawang ini, berbagai suku, etnis dan agama ikut tampil di dalamnya, baik dalam kepanitian maupun sebagai pengisi hiburan pembuka seperti tarian kolosal yang melibatkan 500 orang penari. (eddy/toeb)

Selasa, 15 Oktober 2013

Pesparawi Untuk Tingkatkan Ketakwaan


Singkawang, 15/10/2013 (Media Center) Ketua Umum Panitia Pelaksana Pesparawi VII Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Libertus, M.Si, mengungkapkan bahwa Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) digelar dengan tujuan positif, melalui Pesta ini gereja-gereja dengan jemaatnya (komunitas paduan suaranya) dipacu, didorong untuk mengesksplorasi, melatih dan meningkatkan kapasitas paduan suara masing-masing untuk menjadi bagian penting dan berkelanjutan dalam tata ibadah, Selasa(15/10).

“ Pada tahap proses yang sama, keikutsertaan mereka akan turut membina persaudaraan kristiani untuk mewujudkan kerukunan antar suku. Buah dari paduan seperti itu akan menjadi dasar yang kokoh, tulus dan terbuka dalam konteks hubungan dengan umat beragama yang lain, juga dengan pemerintah, secara setara dan nyata yang pada gilirannya akan mencerminkan kesatuan dan persatuan bangsa” ungkap Libertus.

Lebih lanjut Libertus   mengatakan dengan  PESPARANI sesungguhnya sama seperti keikutsertaan dalam kebaktian pelayanan kesaksian paduan suara di gereja. Setiap yang terlibat, konduktor, sopran, alto, tenor dan bas hingga pemusik yang mengiringi, harus selalu tampil dengan penuh tanggungjawab sehingga paduan suara yang dilantunkan adalah merupakan refleksi iman

 “Beberapa sasaran serta tujuan diselenggarakannya PESPARAWI antara lain agar kualitas iman dan ketaqwaan kita semakin meningkat, tata cara dan pola hidup semakin terarah kepada kepenuhan firman Tuhan, hidup dalam kasih dan peduli terhadap sesama, jadi bagian dari pelayanan Kristiani khususnya dalam era pembangunan nasional saat ini agar kesejahteraan masyarakat semakin terwujud. Saling memperhatikan satu dengan lainnya, yang merasa mampu hendaklah menopang yang lemah. Sebaliknya yang lemah bersedia dituntun” kata Libertus.

Lebih lanjut Libertuss mengatakan selain tersebut diatas dengan PESPARAWI diharapkan  agar memahami keaneka-ragaman denominasi sebagai anugerah Tuhan yang disyukuri, bukan sebaliknya, agar terwujud kerukunan. Tembok-tembok pemisah akan semakin menipis sehingga setiap umat Kristen di manapun menikmati persaudaraan, seiman dan rukun dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Di sisi lain, kita berharap saudara- saudara beragama lainnya juga bersikap sama karena kebhinekaan kita sebagai bangsa hendaklah dijadikan sebagai sarana kesemarakan hidup berbangsa dan bernegara, bukan untuk menekan yang lain.

“ istilah pertandingan dalam bahasa lomba paduan suara, bukan dalam istilah sehari-hari di mana orang saling mengalahkan dan menjatuhkan dan yang dipertandingkan adalah kualitas pembinaan sehingga pengertian 'lomba' adalah "kualitas paduan suara diperbandingkan." (bukan dipertandingkan). Sangat diharapkan, melalui PESPARAWI Nasional setiap orang yang ikut berperan-serta akan selalu mengingat bahwa kegiatan PESPARAWI adalah bagian tugas pelayanan gereja. Dalam pemahaman itu, maka apabila nyanyian gereja diperlombakan itu berarti bahwa kualitas penyajian paduan suara yang membawakan lagu tersebut perlu dan harus pula semakin ditingkatkan. Sekaligus, bagian dari upaya kita untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) penyanyi-penyanyi gereja” pungkas Libertus.

Sekda Provinsi Harapkan Singkawang Jadi Inspirator, Inisiator dan Motivator


Singkawang. Info Publik -  Panitia penyelenggaraan kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) VII Provinsi Kalimantan Barat yang akan digelar di Kota Singkawang tanggal 21 s.d 25 Oktober 2013 melakukan rapat persiapan dengan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Drs. H. M. Zeet Hamdy Assovie, M.TM di ruang Rapat Sekda Kota Singkawang, Rabu (9/10) sore.

Ketua Umum Panitia penyelenggaraan kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) VII Provinsi Kalimantan Barat, Libertus menyatakan panitia penyelenggaraan kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) VII Provinsi Kalimantan Barat secara teknis sudah siap paling tidak 80 persen. “Bahkan dari tim medis sudah menyakan siap 90 persen,” kata Libertus

Sementara itu, Wakil Walikota Singkawang, Abdul Muthalib  mengingatkan kepada panita kegiatan untuk melakukan yang terbaik. “Kita sebagai tuan rumah harus dapat memberikan yang terbaik dalam menyukseskan kegiatan Pesparawi VII ini, dan dari semua bidang sudah menyatakan siap,” kata Abdul Muthalib.
Sekda Provinsi Kalimantan Barat M. Zeet berharap Kota Singkawang menjadi inisiator, inspirator dan motivator dari persiapan panitia pesparawi VIII dengan rencana lebih matang.

 “Jadi inspirator itu lahir dari Singkawang, bagaimana cara kita merencanakan dengan baik, walaupun Singkawang tidak mendapatkan dampaknya, tetapi Singkawang bisa menjadi inisiator dan membimbing kabupaten/ kota yang terpilih sebagai tuan rumah untuk penyelenggaran Pesparawi berikutnya,” kata M. Zeet.
Ia mengingatkan kepada panitia untuk mengontrol laporan pertanggung jawaban. “Setiap rupiah yang dikeluarkan harus dicek pertanggung jawabannya,” ingat M. Zeet.

Ia berharap Provinsi Kalimantan Barat dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pesparawi Tingkat Nasional  selanjutnya.

Minggu, 13 Oktober 2013

40 Catering Terlibat pada Kegiatan Pesparawi

Singkawang, 13/10/2013 (Media Center) Panitia Pesparawi VII Provinsi Kalimantan Barat Bidang Konsumsi mengadakan pertemuan dengan para catering se Kota Singkawang, bertempat di Sekretariat Tim Penggerak PKK Kota Singkawang, Jl. Firdaus, Minggu (13/10).

Koordinator Bidang Konsumsi, Hj. Agustina Abdul Muthalib mengatakan pertemuan tersebut bertujuan untuk mempertemukan panitia Pesparawi khususnya di Bidang Konsumsi dengan pengusaha catering sebagai mitra dalam menyediakan makanan dan minuman, untuk paraa peserta Pesparawi dan panitia.

“Tak kenal maka tak sayang, itulah yang melatarbelakangi kita mempertemukan panitia Pesparawi di Bidang Konsumsi dengan para catering. Dengan pertemuan ini, diharapkan panitia bisa lebih mengenal lebih dekat mitra kerjanya yaitu pengusaha catering, sehingga pada saatnya pelaksanaan nanti bisa terjalin kerjasama yang baik dan harmonis, dan pada akhirnya diharapkan bisa menunjang tercapainya pelayanan yang terbaik bagi peserta Pesparawi VII Tingkat Provinsi Kalimantan Barat” kata Agustina.

Selain untuk perkenalan, koordinasi yang dilakukan juga untuk memberi penjelasan secara tehnis terkait dengan menu makanan, pembagian tugas baik catering maupun panitia, penjelasan lokasi penginapan pada setiap utusan dari Kabupaten/Kota, sekaligus menjelaskan prosedur pelayanan dan pertanggungjawaban.

Hj. Zafina sebagai perwakilan dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Singkawang dalam penjelasannya menyampaikan, para pengusaha catering diharapkan bisa memberikan pelayanan yang terbaaik, mengedepankan kepentingan peserta, bersabar dalam menghadapi setiap permasalahan dan membangun komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak, khususnya dengan pihaak peserta, perhotelan dan panitia.

“demi nama baik Kota Singkawang, diharapkan kita semua bisa menjadi tuan rumah yang baik. Jika dalam pelaksanaan tugas terdapat permasalahan, disikapi dengaan sabar dan diusahakan agar bisa mengendalikan diri” harap Zavina yang juga ketua IWAPI Kota Singkawang.

Secara tehnis Istri Handayani menjelaskan kewajiban-kewajiban dan hak para catering terkait dengan penyediaan makanan bagi para peserta Pesparawi.

“Para Catering diminta untuk bisa memilih bahan makanan yang berkualitas, mengolah makanan dengan benar dengan cara menerapkan system pengolahan dan penanganan bahan makanan sesuai dengan sifat bahan makanan yang diolah, menyajikan makanan dengan memperhatikan kebersihan pribadi, alat dan lingkungan. Tiga Puluh menit sebelum jadwal makan, hidangan harus sudah disajikan” ungkap Istri.

Lebih lanjut Istri yang juga Ketua IKABOGA Kota Singkawang mengungkapkan, dengan adanya kegiatan Pesparawi VII diselenggarakan di Kota Singkawang secara tidak langsung memberi kontribusi positif khususnya dari sisi perekonomian pada masyarakat. Catering yang dilibatkan dalam kegiatan pesparawi tersebut sebanyak 40 Catering.

“Kurang lebih 40 catering dilibatkan dalam kegiatan Pesparawi VII Tingkat Proinsi Kalimantan Barat tersebut. Setiap catering diberi kepercayaan menyediakan makanan dan minuman bagi peserta dan panitia, dengan menu yang sudah ditentukan oleh panitia. Indeks makanan setiap porsinya Rp. 25.000,- untuk makanan berat dan Rp. 10.000,- untuk snack dan minuman  serta buah. Para catering berhak menerima uang sejumlah keputusan panitia tersebut dan mempunyai kewajiban menyediakan makanan dan minuman sesuai pesanan panitia. Indeks tersebut termasuk pajak baik pajak daerah sebesar 8% dan 2% pajak pusat. Selain kewajiban pajak, tidak ada pungutan apa-apa.” Tegas Istri.

Sekda Provinsi Semangati Penari Kolosal

Singkawang, 9/10/2013 (Panitia) Untuk memberi semangat sekaligus dalam rangka evaluasi persiapan pelaksanaan Pesparawi VII Provinsi Kalimantan Barat, usai melakukan pertemuan dengan pnitia Pesparawi VII, Sekretaris daerah provinsi Kalimantan Barat, Drs. H. M. Zeet Hamdi Assoie, M.TM, melakukan kunjungan ke lapangan Kridasana.

Kehadirannya didampingi Wakil Walikota Singkawang, H. Abdul Muthalib, SE, ME, Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Drs. Syech Bandar, M.Si. dan Ketua Umum Drs. Libertus, M.Si.
Foto By Norman Rebon
Para penari menyambut dengan riang kedatangan rombongan dan dalam kesempatan tersebut, M.Zeet, menyampaikan bahwa tari kolosal yang dibawakan generasi muda Kota Singkawang akan memberikan kontribusi dalam mewujudkan kemeriahan dan kesuksesan acara Pesparawi VII Provinsi Kalimantan Barat.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kami menyampaikan apresiasi pada adik-adik semua, yang sudah berusaha dengan sebaik-baiknya untuk menyukseskan acara Pepsarawi yaang akan dibuka tanggal 21 Oktober ke depan. tetap jaga kesehatan, belajar yang tekun dan latihan dengan sungguh-sungguh, agar semua bisa balaance dalam mencapai kesuksesan" kata M.Zeet. yang juga Ketua PBNU Provinsi Kalimantan Barat tersebt.

Minggu, 11 Maret 2012

Sukseskan Sosialisasi Pesparawi VII Tingkat Propinsi Kal-Bar.


Singkawang, 27/2/2012 Pesparawi Ke VII Tingkat Propinsi Kalimantan Barat akan dilaksanakan Tahun 2013 di Kota Singkawang.  Namun sebagai bentuk keseriusan Pesparawi VII persiapan demi persiapan sudah dilakukan oleh panitia. Salah satunya Bidang Dokumentasi Humas dan Publikasi sudah menggelar rapat koordinasi yang ke dua bertempat di Ruang Kepala Bidang kominfo dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang, Senin (27/2).

Hadir dalam rapat tersebut Ketua Bidang Dokumentasi Humas dan Publikasi Istri Handayani Ketua II Pesparawi VII sebagai koordinator Bidang Dokumentasi Humas dan Publikasi Pendeta Matheos Mau, S.Th, Sekretaris dan wakil sekretaris dan seluruh anggota seksi Dokumentasi Humas dan Publikasi.
https://mail.google.com/mail/images/cleardot.gifIstri Handayani menyampaikan agenda dalam rapat membahas tentang program dan kegiatan yang akan dilaksanakan di  Dokumentasi Humas dan Publikasi dan strategi serta tahapan-tahapan yang akan dilakukan dalam melaksanakan kegiatan Pesparawi VII Tingkat Propinsi Kalimantan barat.

“kegiatan Pesparawi VII Propinsi Kalimantan Barat pelaksanaannya memang masih tahun 2013, namun untuk Bidang Dokumentasi Humas dan Publikasi harus bergerak lebih cepat, mengingat di tahun 2012 ini kami harus sudah melakukan tahapan sosialisasi kegiatan kepada masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut, Bidang Dokumentasi Humas dan Publikasi sudah melakukan rapat untuk yang ke dua kalinya, dengan harapan apa yang sudah dimanahkan kepada kami bisa dilaksanakan sebaik-baiknya” ungkap lstri.

Ketua II Pesparawi VII Propinsi Kalimantan Barat Pendeta Matheos Mau, S.Th dalam arahannya agar Bidang Pesparawi VII Propinsi Kalimantan Barat dalam menyusun anggaran dan program kerja agar memperhatikan azas manfaat dan penghematan namun tetap menjaga dan berusaha agar hasil kerjanya berkualitas dan optimal.

“dalam menyusun anggaran dan kegiatan agar diintegrasikan dengan bidang lain, sehingga tidak terjadi tumpang tindih. Dengan demikian akan diperoleh efesiensi dan efektivitas dalam pemanfaatan anggaran untuk menunjang pelaksanaan kegiatan Pesparawi VII Propinsi Kalimantan Barat yang akan dihelat di Kota Singkawang tahun depan” kata Pendeta Matheos.

Dalam kesempatan tersebut Istri berharap untuk mensosialisasikan kegiatan Pesparawi VII Propinsi Kalimantan Barat serta mensukseskan jalannya acara menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah melalui Panitia Pesparawi VII, masyarakat, seluruh lnstansi terkait, Organisasi Masyarakat, BUMN/BUMD, dll.

“Untuk mencapai hasil yang optimal diperlukan kekompakan dan kerjasama semua pihak. Untuk mensosialisasikan kegiatan Pesparawi VII Propinsi Kalimantan Barat kami akan membuat surat permohonan kerjasama agar semua pihak bisa bersama-sama membantu mensukseskan sosialisasi Pesparawi VII Tingkat Propinsi Kalimantan Barat ", kata Istri.
Sumber : Media Center (http://hubkominfo.singkawangkota.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1511&Itemid=1)