| http://lppdkalbar.blogspot.com/2013/10/piala-pesparawi-vii-singkawang.html |
Tampilkan postingan dengan label liputan kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liputan kegiatan. Tampilkan semua postingan
Senin, 04 November 2013
Sabtu, 26 Oktober 2013
Media Berperan Strategis Dalam Pesparawi
Singkawang, 25/10/2013 (Media Center) Koordinator Bidang
Humas dan Publikasi Pesparawi VII Provinsi Kalimantan Barat, Istri Handayani, bertempat di Media Center (25/10) menyampaikan
ucapan terima kasih dan apresiasi kepada semua media massa yang telah
memberikan bantuan dan kerjasamanya dalam mensosialisasikan dan mempublikasikan
kegiatan Pesparawi, Jum’at (25/10).
Istri mengungkapkan dalam Bidang Dokumentasi Humas dan
Publikasi ada tiga tugas pokok dan fungsi yang harus dilaksanakan, antara lain
sosialisasi, publikasi dan dokumentasi.
“untuk menunjang
ketercapaian tujuan pada sosiaalisasi dan publikasi, media massa
mempunyaai peranan yang sangat penting. Dan Alhamdulillah banyak media massa
yang berpartisipasi dan membantu serta bekerjasama dalam mensosialisasikan dan
mempublikasikan kegiatan Pesparawi. Baik Media cetak, media elektronik seperti
LPS, RRI, Ruai TV dan TVRI, maupun media online semua berpartisipasi” ungkap
Istri.
Lebih lanjut Istri menjelaskan bahwa sosialisasi Pesparawi
dilaksanakan sebelum kegiatan berlangsung sampai dengaan kegiatan Pesparawi
selesai dilaksanakan.
“Sosialisasi disiarkan melalui Ruai TV, RRI, LPS dengan
pengisi suara dan gambar Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah
Provinsi Kalimantan Barat. Selain melalui media elektronik, sosialisasi juga
dilaksanakan melalui media cetak dan media online. Begitu juga publikasi
kegiatan selama kegiatan berlangsung, mulai pembukaan, perlombaan, city tour,
pameran dan penutupan rekan-rekan media menunjukkan eksistensi dan
kepeduliannya melalui peliputan di medianya.
Semoga Allah SWT membalas kebaikan rekan-rekan media, dank e depan bisa
menjadi mitra yang lebih baik lagi” ungkap Istri.
Istri berharap melalui publikasi yang sudah disampaikan oleh
berbagai media tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat, dan bisa dijadikan
bahan dalam memperbaiki dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.
“rekan-rekan media sudah menyampaikan informasi yang
mengandung azas manfaat, edukasi, pencerahan dan empowering. Tinggal bagaimana
masyarakat bisa menyimpulkaan dari setiap isi pemberitaan, dan mengaambil
hikmahnya dalam menerapkan dalam kehidupannya” pungkas Istri. (*)
Rabu, 23 Oktober 2013
Lomba Paduan Suara Berjalan Khidmat
Singkawang (Kalbar Times) - Suara-suara merdu yang berisikan pujia-pujian kepada Tuhan terdengar di Balairung kantor Wali Kota Singkawang, Rabu (23/10) kemarin. Acara ini adalah dalam rangkaian acara Pesparawi ke-VII tingkat Kalimantan Barat yang mana Kota menjadi tuan rumah dalam acara rohani yang di gelar setiap tiga tahunan itu.
Sebelum acara di mulai, pembawa acara terlebih dahulu membacakan tata tertib seperti para peserta baru memasuki pentas setelah dipanggil, satu kali tampil dengan menyanyikan tiga buah lagu, nada dasar mutlak, lagu tidak dapat di ulang kecuali ada gangguan, kepada para penonton juga tidak di perkenankan untuk memberikan tepuk tangan kecuali sebelum dan sesudah peserta tampil.
Juri yang hadir juga adalah juri yang sangat berpengalaman di tingkat nasional seperti Linda Sitinjak, Wahono Hadi, Yohanes Herman. Pembawa acara juga sempat membacakan profil dari dewan juri, pendidikan, serta pengalaman dari masing-masing juri.
Perlomba Paduan Suara Tingkat Dewasa pada saat ini cukup menyedot perhatian orang-orang, sehingga ruangan di Balirung tersebut padat dengan orang-orang yang ingin menyaksikan paduan suara tersebut.
Peserta pertama dibuka oleh paduan suara dari Kabupaten Kapuas Hulu, dengan di pimpin seorang dirijen, para peserta lelaki dan perempuan yang berseragam warna hijau dan hitam dengan kombinasi batik tersebut tampak antusias mengikuti paduan suara dengan harapan dapat menoreh kemenangan.
Diwaktu yang sama pula, tepatnya di aula hotel Dangau Kota Singkawang juga berlangsung perlombaan dengan kategori solis remaja putri.
Satu persatu para peserta solis remaja putri tersebut semaksimal mungkin melantunkan suara merdunya dengan di iringi oleh alat musik organ untuk tampil terbaik di depan para penonton, khususnya para juri yang berada di depan untuk memberikan penilaian.
Secara umum Pesparwai adalah sebagai sarana menunjukkan kualitas bernyanyi saja, namun yang lebih penting lagi adalah penghayatan dari makna puji-pujian sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan yang maha esa.
Yang lebih penting adalah penghayatan dan pengaktualisasian nilai dan makna puji-pujian yang dibawa pada waktu bernyanyi yang merupakan ungkapan syukur kepada sang pencipta
Selain itu juga Pesparawi merupakan sarana untuk mempererat persatuan dan kesatuan serta menjalin kebersamaan umat Kristen dan dengan umat beragama lainnya. (KT 02)
sumber: Kalbar Times
Sebelum acara di mulai, pembawa acara terlebih dahulu membacakan tata tertib seperti para peserta baru memasuki pentas setelah dipanggil, satu kali tampil dengan menyanyikan tiga buah lagu, nada dasar mutlak, lagu tidak dapat di ulang kecuali ada gangguan, kepada para penonton juga tidak di perkenankan untuk memberikan tepuk tangan kecuali sebelum dan sesudah peserta tampil.
Juri yang hadir juga adalah juri yang sangat berpengalaman di tingkat nasional seperti Linda Sitinjak, Wahono Hadi, Yohanes Herman. Pembawa acara juga sempat membacakan profil dari dewan juri, pendidikan, serta pengalaman dari masing-masing juri.
Perlomba Paduan Suara Tingkat Dewasa pada saat ini cukup menyedot perhatian orang-orang, sehingga ruangan di Balirung tersebut padat dengan orang-orang yang ingin menyaksikan paduan suara tersebut.
Peserta pertama dibuka oleh paduan suara dari Kabupaten Kapuas Hulu, dengan di pimpin seorang dirijen, para peserta lelaki dan perempuan yang berseragam warna hijau dan hitam dengan kombinasi batik tersebut tampak antusias mengikuti paduan suara dengan harapan dapat menoreh kemenangan.
Diwaktu yang sama pula, tepatnya di aula hotel Dangau Kota Singkawang juga berlangsung perlombaan dengan kategori solis remaja putri.
Satu persatu para peserta solis remaja putri tersebut semaksimal mungkin melantunkan suara merdunya dengan di iringi oleh alat musik organ untuk tampil terbaik di depan para penonton, khususnya para juri yang berada di depan untuk memberikan penilaian.
Secara umum Pesparwai adalah sebagai sarana menunjukkan kualitas bernyanyi saja, namun yang lebih penting lagi adalah penghayatan dari makna puji-pujian sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan yang maha esa.
Yang lebih penting adalah penghayatan dan pengaktualisasian nilai dan makna puji-pujian yang dibawa pada waktu bernyanyi yang merupakan ungkapan syukur kepada sang pencipta
Selain itu juga Pesparawi merupakan sarana untuk mempererat persatuan dan kesatuan serta menjalin kebersamaan umat Kristen dan dengan umat beragama lainnya. (KT 02)
sumber: Kalbar Times
Ditinggal Pelatih, Semangat Tak Kendur
oleh: Deny Femiar
Singkawang - Kontingen Kabupaten Bengkayang adalah kontingen terakhir yang menginjakan kaki di Kota Singkawang di ajang Pesparawi VII Propinsi Kalbar di Kota Singkawang 2013.
Kontingen ini datang terakhir, dikarenakan Direjen sekaligus ketua pelatih kontingen Kabupaten Bengkayang, Elieser Nubatonis meninggal dunia dua hari sebelum Pesparawi dimulai.
"Makanya kita tiba di Singkawang belakangan, karena kita menghormati ketua pelatih yang meninggal dunia," ujar salah-seorang kontingen Pesparawi Kabupaten Bengkayang, Yanto kepada PONTIANAK TIMES, Selasa (22/10).
Kita berharap kepada seluruh kontingen untuk tidak mengendur setelah ditinggal pergi bapak Elieser Nubatonis. Apalagi telah ditunjuk bapak dr. Iwan Laban untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan bapak Alieser, katanya.
Yanto juga memuji pelayanan yang diberikan Kota Singkawang sebagai tuan rumah Pesparawi VII. "Kota Singkawang telah memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh kontingen, baik pelayanan penginapan maupun pelayanan konsumsi," ungkap Yanto.
Kota berharap sukses Kota Singkawang sebagai tuan rumah ini juha diikuti kabupaten/kota yang lain diajang Pesparawi VIII berikutnya, harapnya.(dny)
Singkawang - Kontingen Kabupaten Bengkayang adalah kontingen terakhir yang menginjakan kaki di Kota Singkawang di ajang Pesparawi VII Propinsi Kalbar di Kota Singkawang 2013.
Kontingen ini datang terakhir, dikarenakan Direjen sekaligus ketua pelatih kontingen Kabupaten Bengkayang, Elieser Nubatonis meninggal dunia dua hari sebelum Pesparawi dimulai.
"Makanya kita tiba di Singkawang belakangan, karena kita menghormati ketua pelatih yang meninggal dunia," ujar salah-seorang kontingen Pesparawi Kabupaten Bengkayang, Yanto kepada PONTIANAK TIMES, Selasa (22/10).
Kita berharap kepada seluruh kontingen untuk tidak mengendur setelah ditinggal pergi bapak Elieser Nubatonis. Apalagi telah ditunjuk bapak dr. Iwan Laban untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan bapak Alieser, katanya.
Yanto juga memuji pelayanan yang diberikan Kota Singkawang sebagai tuan rumah Pesparawi VII. "Kota Singkawang telah memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh kontingen, baik pelayanan penginapan maupun pelayanan konsumsi," ungkap Yanto.
Kota berharap sukses Kota Singkawang sebagai tuan rumah ini juha diikuti kabupaten/kota yang lain diajang Pesparawi VIII berikutnya, harapnya.(dny)
Serba Terbatas, Kayong Utara Hanya Ikut Satu Kategori Lomba
oleh: Deny Femiar
Singkawang - Sebagai daerah otonomi yang baru terbentuk di Kalbar, tak menyurutkan niat kontingen dari Kabupaten Kayong Utara untuk turun dalam even Pesparawi VII tingkat Propinsi Kalbar di Kota Singkawang 21-25 Oktober 2013.
"Kita daerah baru, LPPD Kabupaten Kayong Utara pun baru terbentuk, sehingga inilah segala upaya kita untuk andil dalam Pesparawi tingkat propinsi ini," ujar Ketua Rombongan Kabupaten Kayong Utara, Daniel Palino, S.Th kepada Pontianak Times, Rabu (23/10).
Sehingga jika daerah lain menurunkan hingga ratusan peserta, kami hanya menurunkan 10 peserta saja. Dan dari 11 kategori yang dilombakan, kami yang mengikuti satu kategori saja. Kendati demikian, kami tetap semangat dan berharap disatu kategori yang diikuti itu dapat memberikan hasil yang memuaskan, katanya.
Kedepan, Daniel berharap, pada Pesparawi berikutnya akan menurunkan kontingen dengan maksimal, artinya seluruh kategori yang dilombakan kami turut andil.
"Terus terang untuk saat ini kita serba terbatas, baik dari segi pembinaan maupun dana bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah," ungkap Daniel.(dny)
Singkawang - Sebagai daerah otonomi yang baru terbentuk di Kalbar, tak menyurutkan niat kontingen dari Kabupaten Kayong Utara untuk turun dalam even Pesparawi VII tingkat Propinsi Kalbar di Kota Singkawang 21-25 Oktober 2013.
"Kita daerah baru, LPPD Kabupaten Kayong Utara pun baru terbentuk, sehingga inilah segala upaya kita untuk andil dalam Pesparawi tingkat propinsi ini," ujar Ketua Rombongan Kabupaten Kayong Utara, Daniel Palino, S.Th kepada Pontianak Times, Rabu (23/10).
Sehingga jika daerah lain menurunkan hingga ratusan peserta, kami hanya menurunkan 10 peserta saja. Dan dari 11 kategori yang dilombakan, kami yang mengikuti satu kategori saja. Kendati demikian, kami tetap semangat dan berharap disatu kategori yang diikuti itu dapat memberikan hasil yang memuaskan, katanya.
Kedepan, Daniel berharap, pada Pesparawi berikutnya akan menurunkan kontingen dengan maksimal, artinya seluruh kategori yang dilombakan kami turut andil.
"Terus terang untuk saat ini kita serba terbatas, baik dari segi pembinaan maupun dana bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah," ungkap Daniel.(dny)
Kontingen Bengkayang Optimis Raih Prestasi
oleh: Fahrizal
Kontingen peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi)
VII Kalimantan Barat asal Kabupaten Bengkayang, optimis bisa
mendapatkan prestasi diseluruh cabang lomba yang ada. Guna
mendapatkannya, rombongan dari Bumi Sebalo telah berlatih selama
delapan bulan untuk setiap jenis perlombaan.
Salah satu Kontingen dari Kabupaten Bengkayang, Yanto mengaku selain
persiapan yang telah dilaksanakan selama kurang lebih delapan bulan,
beberapa peserta di cabang lomba, sebelumnya telah mengukir prestasi,
baik di tingkat Kabupaten hingga Provinsi bahkan di tingkat Nasional.
“Pernah menjadi wakil Kalbar di tingkat Nasional meski belum meraih
prestasi, adalah jenis lomba Paduan Suara Dewasa Campuran,” kata
Yanto, ditengah persiapan berlomba di Balairung Kantor Walikota
Singkawang, Selasa (22/10).
Dalam Pesparawi yang dilaksanakan di Singkawang, lanjut Yanto, yang
berpeluang memperoleh prestasi adalah di Paduan Suara Dewasa Campuran,
kemudian lomba lagu daerah. “Semuanya kita berharap bisa meraih
prestasi, tapi untuk paduan suara dewasa campuran serta lagu daerah
menjadi unggulan kami,” katanya.
Ketika ditanya kontingen daerah mana menjadi saingan berat, Yanto
melihat bisa saja dari Kabupaten Kubu Raya serta Sintang. “Nampaknya
dari KKR serta Sintang,” kata Yanto.
Sekitar 225 orang yang terdiri dari siswa Sekolah Dasar hingga
Mahasiswa, lanjut Yanto dilibatkan dalam perlombaan di Pesparawi kali
ini. Sebelum bertolak ke Singkawang, Kontingen Bengkayang mendapatkan
musibah, dimana Pelatih Kepala Pesparawi Kabupaten Bengkayang, yakni
Elieser Nubatonis meninggal dunia.
Yanto maupun peserta lainnya, menyebutkan sangat merasa kehilangan
dengan sosok kepelatihan almarhum, meskipun masih ada pelatih lainnya.
“Tentunya kami kehilangan, tapi kita semua harus tetap semangat
melaksanakan seluruh lomba yang ada,” katanya.
Yanto sendiri merupakan wakil dari Bumi Sebalo untuk lomba Paduan
suara pria. Dirinya sudah dua kali mengikuti kegiatan serupa, serta
pernahmenjadi juara di tingkat Kabupaten, serta pernah ikut di ajang
Provinsi.(fah)
Kontingen peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi)
VII Kalimantan Barat asal Kabupaten Bengkayang, optimis bisa
mendapatkan prestasi diseluruh cabang lomba yang ada. Guna
mendapatkannya, rombongan dari Bumi Sebalo telah berlatih selama
delapan bulan untuk setiap jenis perlombaan.
Salah satu Kontingen dari Kabupaten Bengkayang, Yanto mengaku selain
persiapan yang telah dilaksanakan selama kurang lebih delapan bulan,
beberapa peserta di cabang lomba, sebelumnya telah mengukir prestasi,
baik di tingkat Kabupaten hingga Provinsi bahkan di tingkat Nasional.
“Pernah menjadi wakil Kalbar di tingkat Nasional meski belum meraih
prestasi, adalah jenis lomba Paduan Suara Dewasa Campuran,” kata
Yanto, ditengah persiapan berlomba di Balairung Kantor Walikota
Singkawang, Selasa (22/10).
Dalam Pesparawi yang dilaksanakan di Singkawang, lanjut Yanto, yang
berpeluang memperoleh prestasi adalah di Paduan Suara Dewasa Campuran,
kemudian lomba lagu daerah. “Semuanya kita berharap bisa meraih
prestasi, tapi untuk paduan suara dewasa campuran serta lagu daerah
menjadi unggulan kami,” katanya.
Ketika ditanya kontingen daerah mana menjadi saingan berat, Yanto
melihat bisa saja dari Kabupaten Kubu Raya serta Sintang. “Nampaknya
dari KKR serta Sintang,” kata Yanto.
Sekitar 225 orang yang terdiri dari siswa Sekolah Dasar hingga
Mahasiswa, lanjut Yanto dilibatkan dalam perlombaan di Pesparawi kali
ini. Sebelum bertolak ke Singkawang, Kontingen Bengkayang mendapatkan
musibah, dimana Pelatih Kepala Pesparawi Kabupaten Bengkayang, yakni
Elieser Nubatonis meninggal dunia.
Yanto maupun peserta lainnya, menyebutkan sangat merasa kehilangan
dengan sosok kepelatihan almarhum, meskipun masih ada pelatih lainnya.
“Tentunya kami kehilangan, tapi kita semua harus tetap semangat
melaksanakan seluruh lomba yang ada,” katanya.
Yanto sendiri merupakan wakil dari Bumi Sebalo untuk lomba Paduan
suara pria. Dirinya sudah dua kali mengikuti kegiatan serupa, serta
pernahmenjadi juara di tingkat Kabupaten, serta pernah ikut di ajang
Provinsi.(fah)
JUMPA PERS
oleh: Eddy Permana
Singkawang, Info publik – Wakil Gubernur Kalbar, Christiandi Sanjaya membuka secara resmi pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII Kalbar di Stadion Kridasana, sebelumnya Christiandi dalam jumpa pers di Hotel Mahkota Singkawang, berharap kegiatan Pesparawi VII Kalbar di Kota Singkawang 21-25 Oktober 2013 dapat berjalan lancar.“Saya berharap kegiatan Pesparawi ke VII ini dapat berjalan dengan mulus,” kata Christiandi
Ia juga berharap acara Pesparawi tidak diguyur hujan, mengingat cuaca sore di Kota Singkwang yang telah diguyur hujan lebat. “ Kita berharap pembukaan nanti malam tidak diguyur hujan, serta seluruh rangkaian hiburan dapat ditampilkan,” ujarnya Senin (21/10).
Kepada seluruh kontigen Pesparawi sebanyak 14 Kabupaten/Kota, saya ucapkan selamat datang dan selamat bertanding, jadilah tim yang terbaik, karena tim terbaik akan mewakili Kalbar pada ajang Pesparawi tingkat nasional, kata Christiandi.
Walikota Singkawang, Awang Ishak selaku tuan rumah berjanji akan menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh kontigen yang hadir. “Kita sebagai tuan rumah akan memberikan yang terbaik bagi kontigen yang hadir,”katanya.
Lanjut Awang menambahkan bahwa dalam Pesparawi di Kota Singkawang ini, banyak berbagai suku, etnis dan agama ikut tampil didalamnya, baik kepanitian maupun sebagai pengisi hiburan pembuka seperti tarian kolosal yang melibatkan 500 orang penari.
Singkawang, Info publik – Wakil Gubernur Kalbar, Christiandi Sanjaya membuka secara resmi pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII Kalbar di Stadion Kridasana, sebelumnya Christiandi dalam jumpa pers di Hotel Mahkota Singkawang, berharap kegiatan Pesparawi VII Kalbar di Kota Singkawang 21-25 Oktober 2013 dapat berjalan lancar.“Saya berharap kegiatan Pesparawi ke VII ini dapat berjalan dengan mulus,” kata Christiandi
Ia juga berharap acara Pesparawi tidak diguyur hujan, mengingat cuaca sore di Kota Singkwang yang telah diguyur hujan lebat. “ Kita berharap pembukaan nanti malam tidak diguyur hujan, serta seluruh rangkaian hiburan dapat ditampilkan,” ujarnya Senin (21/10).
Kepada seluruh kontigen Pesparawi sebanyak 14 Kabupaten/Kota, saya ucapkan selamat datang dan selamat bertanding, jadilah tim yang terbaik, karena tim terbaik akan mewakili Kalbar pada ajang Pesparawi tingkat nasional, kata Christiandi.
Walikota Singkawang, Awang Ishak selaku tuan rumah berjanji akan menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh kontigen yang hadir. “Kita sebagai tuan rumah akan memberikan yang terbaik bagi kontigen yang hadir,”katanya.
Lanjut Awang menambahkan bahwa dalam Pesparawi di Kota Singkawang ini, banyak berbagai suku, etnis dan agama ikut tampil didalamnya, baik kepanitian maupun sebagai pengisi hiburan pembuka seperti tarian kolosal yang melibatkan 500 orang penari.
Pesparawi Ke-7 dipusatkan di Kota Singkawang
Singkawang,(LintasKalbar.com)-Polres
Singkawang melibatkan Tim Gegana Brimob B Kota Singkawang melakukan
sterilisasi di Stadion Kridasana Kota Singkawang untuk mengantisipasi
bom saat berlangsungnya pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi
(Pesparawi) VII Kalimantan Barat, Senin (21/10) malam, di Kota
Singkawang.
“Antisipasi masalah Bom, kita melaukan
sterilasi di Stadion Kridasana, yang melibatkan tim gegana dari Brimob B
Kota Singkawang,” kata Kapolres Singkawang, AKBP Andreas Widihandoko
melalui Kabag Ops, Kompol Bastian,(21/10)
Bastian menyebutkan sterilisasi yang
dilakukan tim gegana itu tidak hanya pada pintu masuk, tapi hampir pada
semua titik termasuk lokasi VIP dan panggung utama. Dengan sterilisasi
ini, polisi tidak ingin kecolongan dengan aksi pelaku kejahatan.
“Jika saat sterilisasi kita temukan,
akan langsung diamankan. Kita berharap itu tidak terjadi, apalagi pada
momen kegiatan ini,” jelas Bastian. Untuk sterilisasi ini pun, katanya,
hanya dilakukan saat pembukaan dan penutupan.
“Ketika ada tamu VIP maka perlu kita
lakukan sterilisasi untuk antisipasi bom,” kata Kompol Bastian.
Sedangkan untuk pengamanan saat pembukaan, Bastian menyebutkan ada 450
personil yang dilibatkan, mulai dari Polres Singkawang, Brimob Kota
Singkawang, Kodim 1202/Skw, Satpol PP Kota Singkawang, pemadam
kebakaran, Dishubkominfo dan Pemuda Pancasila. “Jumlah itu sudah
termasuk pengamanan lalu lintas, ini kita lakukan saat pembukaan serta
penutupan,” ujar dia kepada LintasKalbar.com(21/10).
Sedangkan pengamanan ketika acara
berlangsung, ujar Bastian, bersifat flesibel yakni menyesuaikan dengan
tingkat keramaian masyarakat pada tempat-tempat acara digelar.
Sementara itu, Wali Kota Singkawang,
Awang Ishak didampingi para Asisten serta beberapa kepala SKPD dan
Panitia meninjau langsung pelaksanaan persiapan terakhir pembukaan Pesta
Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII Kalimantan Barat di Stadion
Kridasana, (20/10) malam. Persiapan terakhir langsung dipimpin
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang, Syech Bandar didampingi Plt
Kepala Dinas
Disbudparpora, Lies Indari serta pelatih
tari. Susunan acara yang akan dilangsungkan selama pembukaan pada Senin
(21/10) malam, satu persatu secara berurutan seluruhnya dilaksanakan.
Wali Kota juga melihat langsung
bagaimana persiapan dari kelompok Marching Band dari Taruna Program
Studi IP. Termasuk kesiapan dari sekitar 500 penari yang akan membawakan
tarian bertemakan Gema Lonceng Pesparawi. Meskipun sempat gerimis,
latihan secara keseluruhan dilaksanakan dengan khidmat. “Semua susunan
acara yang akan dilaksanakan dalam pembukaan, harus benar-benar
dilaksanakan secara keseluruhan,” kata Bandar menyemangati seluruh
penari maupun pihak yang terlibat dalam pembukaan Pesparawi. Dalam
kegiatan Pesparawi yang bertemakan Mazmurkanlah Kemuliaan Namanya,
Muliakanlah Dia Dengan Puji-Pujian ini. Setelah secara keseluruhan
peserta yakni sekitar dua ribuan lebih datang ke Singkawang. Pada Minggu
(20/10) sesuai jadwal dilaksanakan Ibadah Minggu Kotingen.
Panitia pun telah menyiapkan beberapa
tempat ibadah, yakni di Gereja Katolik ST. Fransiskus Assissi disediakan
bagi kontingen dari Kabupaten Sintang, Ketapang, Kapuas Hulu, Sekadau,
dan Kayong Utara. GSJA Singkawang (Sintang), GPIBI Singkawang (Kapuas
Hulu), Gereja Sungai Yordan (Kapuas Hulu dan Ketapang), GKE Singkawang
(Sekadau), GKKB (Ketapang dan Kayong Utara), Geprin (Kapuas Hulu), HKBP
Singkawang (Sintang), GBI Singkawang (Sintang), GPDI Ebenhaezer Kaliasin
(Kapuas Hulu), GPDi Shekinah Singkawang (Sekadau), GPIB Singkawang
(Sintang dan Sekadau). Jumlah kontingen 701 rinciannya Sintang 170,
Landak 102, Ketapang 95 Kapuas Hulu, 162, Sekadau 162 dan Kayong Utara
10.
Kemudian pada senin (21/10) sekitar
pukul 16.00 Wib hingga selesai dilaksanakan seminar/workshop di Hotel
Dangau yang dilanjutkan dengan pelaksanaan Ibadah Agung Acara Pembukaan
dan diteruskan dengan acara pembukaan Pesparawi VII Kalbar di Stadion
Kridasana pada malam harinya, yang rencananya dilakukan Wakil Gubernur
Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya.(Hendra E SH)
http://www.lintaskalbar.com/2013/10/pesparawi-ke-7-dipusatkan-di-kota-singkawang/
Polres Gelar Pasukan Pengamanan Pelaksanaan Event Pesparawi VII Tk. Prov. Kalbar
Senin, 21 Oktober 2013 08:53
Singkawang,
Info Publik - Kapolres Singkawang, AKBP A. Widihandoko bertindak
sebagai inspektur pada upacara gelar "Pasukan Pengamanan" dalam rangka
pelaksanaan event Pesparawi VII tingkat Provinsi Kalbar, di Stadiun
Kridasana, Jumat (18/10) pagi.
Sebanyak
250 personil dari kepolisian akan dilibatkan khusus untuk pengamanan
selama kegiatan Pesparawi VII yang rencananya akan diselenggarakan pada
21 - 25 Oktober 2013 mendatang.
Dalam
amanatnya, Widihandoko menyatakan, bahawa gelar pasukan ini bertujuan
untuk mengecek sejauh mana persiapan personil dalam rangka pengamanan
selama kegiatan tersebut, sehingga pelaksanaan Pesparawi kelak dapat
berjalan dengan aman, tertib dan lancar.
Menurutnya,
penyelenggaraan Pesparawi sangat berpotensi pada pengamanan yang sangat
dinamis. Maka dari itu, kepada TNI/Polri dan instansi terkait,
diharapkan bisa bekerja dengan serius sesuai dengan kemampuan yang
dimiliki, sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik kepada semua
pihak. Gelar Pasukan yang dilakukan ini juga, sambung Widihandoko,
adalah merupakan persentasi dan kesiapan kita untuk menjamin keamanan,
ketertiban dan kelancaran kegiatan Pesparawi. sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua pihak, “sarannya.
“Kepada
yang sudah ditunjuk, selama bertugas hendaknya dilandasi dengan rasa
tanggung jawab yang tinggi. Dan semua itu harus jelas, sehingga apabila
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat kita cegah secepatnya,"
pintanya.
Setiap
gangguan Kamtibnas yang kiranya dapat mengganggu ketertiban umum, guna
mengoptimalkan pengamanan nanti, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan, antaralain, pertama, tegakkan introspeksi diri dengan
mengedepankan sikap prefentif, persuasif, dan represif. Kedua, siapkan
mental. Ketiga, lakukan sinergitas antar seluruh personil dan instansi
terkait. Keempat, pahami sikap antar satu sama lain. Kelima, jauhkan
sikap arogansi. Dan keenam, laksanakan tugas dengan ikhlas dan penuh
rasa tanggung jawab. "Jika beberapa faktor ini bisa dilaksanakan dengan
baik, insyaallah pelaksanaan Pesparawi nanti dapat berjalan dengan
lancar, sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua
pihak, “sarannya.
Sebelumnya
Kabag. Ops Polres Singkawang, Kompol Bastian pernah mengatakan, jika
polisi akan melakukan persiapan untuk memberikan pengamanan penuh selama
perayaan HUT Pemkot dan Pesparawi VII Propinsi Kalbar 2013, yang akan
digelar di Kota Singkawang pada tanggal 21-25 oktober mendatang.
Untuk
pengamanan dua kegiatan itu, katanya, sebanyak 250 personil dari
kepolisian akan dilibatkan. "Jumlah ini diluar dari personil lainnya,”
Ujar Bastian.
Bastian
menuturkan, kalau hanya untuk pengamanan dalam rangka HUT Pemkot,
mungkin hanya sekitar 120 personil yang dilibatkan. Dikarenakan
rangkaiannnya sekaligus dengan Pesparawi, maka sampai 250 personil
disiagakan.
Selasa, 22 Oktober 2013
Pesparawi untuk Lestarikan Budaya Rohani
Senin, 21 Oktober 2013 21:52 WIB
![]() |
| Marching Band dari Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Untan tampil pada Pembukaan Pesparawi VII se-Kalbar di Standion Kridasana Singkawang, Senin (21/10/2013), | Foto: TRIBUN PONTIANAK/NASARUDDIN |
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Ketua Panitia Pesparawi VII Kalbar, Libertus mengungkapkan, Pesparawi dilaksanakan dalam rangka melestarikan budaya rohani. Pesta, dalam hal ini, menurutnya, bukan berarti foya-foya.
"Pesparawi merupakan wadah menyampaikan visi kemanusian, kerukunan, keadilan, kesejahteraan. Sampaikan misi kemanusiaan, keanekaragaman, yang menghargai kemajemukan," ungkapnya saat memberikan sambutan, di Stadion Kridasana Singkawang, Senin (21/10/2013).
Dia menyatakan, merupakan kehormatan bagi Singkawang menjadi tuan rumah. Sebab, setelah tahun ini, maka 42 tahun akan datang baru Singkawang akan menjadi tuan rumah.
Meski demikian, Libertus menyayangkan beberapa baliho dan spanduk yang dipasang, dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan adanya oknum yang belum bisa menerima perbedaan.
Wali Kota Singkawang, Awang Ishak mengungkapkan, Singkawang merupakan daerah yang majemuk. Oleh karenanya, sudah menjadi keharusan untuk saling menghargai dan menghormati antarsesama.
"Hari ini kita laksanakan Pesparawi. Mari kita meriahkan. Selaku pemerintah, kita mengayomi semua masyarakat. Saat Cap Go Meh, kita meriahkan. Begitu juga saat ini," ungkapnya.
Awang menyatakan, bukanlah kita dilahirkan sebagai manusia bisa memilih suku, tempat. Oleh karenanya, buang egoisme keakuan.
"Perbedaan harus disikapi dengan saling menghargai. Keegoan hanya menjadi jalan kehancuran. Agama diwahyukan Tuhan untuk membela manusia. Agama adalah jalan, bukan tujuan. Dengan bimbingan agama, manusia diharapkan menjalani hidup dan membangun peradaban dengan benar," ujarnya.
Penulis: Nasaruddin
Editor: Arief
Sumber: Tribun Pontianak
Wakil Gubernur Kalbar Buka Acara Pesparawi VII
Selasa, 22 201307:00 pm | Penulis MC Kota Singkawang | Dipublish oleh Tobari
Singkawang, InfoPublik – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya membuka secara resmi pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Stadion Kridasana, Singkawang, Senin (21/10) malam.
Walikota Singkawang Awang Ishak dalam sambutannya mengatakan demi kesuksesan kegiatan Pasparawi di Singkawang, semua waktu dan tenaga telah diluangkan, dan semua unsur telah dilibatkan tanpa ada perbedaan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama, selaku LPPN diwakili Direktur Urusan Agama Kristen Andar Gultom, mengatakan Pesparawi merupakan program nasional, setelah di tingkat provinsi, kegiatan ini juga dilaksankan di tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Ambon.
“Pesparawi tingkat nasional akan diadakan di Ambon, dimana daerah tersebut dikenal sebagai daerah konflik, diharapkan dari kegiatan ini akan bisa memberikan dampak positif atas kondisi tersebut,” kata Andar Gultom.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya mengatakan, Singkawang sebagai tuan rumah, sangat luar biasa. Ia juga mengingatkan peserta untuk mempersiapkan semuanya dengan sebaik mungkin, sehingga hasilnya bisa maksimal dan diharapkan bisa menjadi wakil provinsi.
Wagub juga mengapresiasi kinerja dari panitia dan Pemkot Singkawang atas semua persiapan yang telah dilaksanakan.
Wagub mengatakan, Pesparawi, selain meningkatkan rasa keimanan kepada Tuhan YME, juga sebagai ajang seleksi. Seleksi itu dilakukan untuk menentukan tim mana yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Barat dalam kegiatan yang sama di tingkat nasional.
“Secara nasional, beberapa prestasi memang sudah didapatkan, namun dengan apa yang dihasilkan di Singkawang ini mampu meningkatkan prestasi Kalbar di tingkat nasional,” kata Christiandy Sanjaya.
Setelah penyampaian sambutan, dilanjutkan dengan persembahan tari bertemakan Gema Lonceng Pesparawi. Tarian tersebut pun mendapatkan sambutan hangat dari seluruh penonton, termasuk tamu-tamu kehormatan.
Di antaranya Sekda Provinsi Kalimantan Barat M Zeet Assovie, Walikota dan Wakil Walikota Singkawang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Singkawang, Ketua DPRD beserta Anggota DPRD Kota Singkawang serta undangan lainnya. (eddy/toeb)
sumber: http://infopublik.kominfo.go.id/read/57746/wakil-gubernur-kalbar-buka-acara-pesparawi-vii.html
Singkawang, InfoPublik – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya membuka secara resmi pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Stadion Kridasana, Singkawang, Senin (21/10) malam.
Walikota Singkawang Awang Ishak dalam sambutannya mengatakan demi kesuksesan kegiatan Pasparawi di Singkawang, semua waktu dan tenaga telah diluangkan, dan semua unsur telah dilibatkan tanpa ada perbedaan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama, selaku LPPN diwakili Direktur Urusan Agama Kristen Andar Gultom, mengatakan Pesparawi merupakan program nasional, setelah di tingkat provinsi, kegiatan ini juga dilaksankan di tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Ambon.
“Pesparawi tingkat nasional akan diadakan di Ambon, dimana daerah tersebut dikenal sebagai daerah konflik, diharapkan dari kegiatan ini akan bisa memberikan dampak positif atas kondisi tersebut,” kata Andar Gultom.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya mengatakan, Singkawang sebagai tuan rumah, sangat luar biasa. Ia juga mengingatkan peserta untuk mempersiapkan semuanya dengan sebaik mungkin, sehingga hasilnya bisa maksimal dan diharapkan bisa menjadi wakil provinsi.
Wagub juga mengapresiasi kinerja dari panitia dan Pemkot Singkawang atas semua persiapan yang telah dilaksanakan.
Wagub mengatakan, Pesparawi, selain meningkatkan rasa keimanan kepada Tuhan YME, juga sebagai ajang seleksi. Seleksi itu dilakukan untuk menentukan tim mana yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Barat dalam kegiatan yang sama di tingkat nasional.
“Secara nasional, beberapa prestasi memang sudah didapatkan, namun dengan apa yang dihasilkan di Singkawang ini mampu meningkatkan prestasi Kalbar di tingkat nasional,” kata Christiandy Sanjaya.
Setelah penyampaian sambutan, dilanjutkan dengan persembahan tari bertemakan Gema Lonceng Pesparawi. Tarian tersebut pun mendapatkan sambutan hangat dari seluruh penonton, termasuk tamu-tamu kehormatan.
Di antaranya Sekda Provinsi Kalimantan Barat M Zeet Assovie, Walikota dan Wakil Walikota Singkawang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Singkawang, Ketua DPRD beserta Anggota DPRD Kota Singkawang serta undangan lainnya. (eddy/toeb)
sumber: http://infopublik.kominfo.go.id/read/57746/wakil-gubernur-kalbar-buka-acara-pesparawi-vii.html
Wagub Harapkan Pesparawi KalBar Sukses
Selasa, 22 201306:07 pm
Penulis MC Kota Singkawang
Dipublish oleh Tobari
Wagub Harapkan Pesparawi VII Kalimantan Barat Berjalan Lancar
Singkawang, Infopublik – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandi
Sanjaya membuka secara resmi pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi
(Pesparawi) VII Kalbar di Stadion Kridasana, Kota Singkawang, Senin
(21/10) malam.
Sebelumnya, Wagub Christiandi dalam jumpa pers
di Hotel Mahkota Singkawang, berharap kegiatan Pesparawi VII Kalbar di
Kota Singkawang dari 21-25 Oktober 2013 dapat berjalan lancar. “Saya
berharap kegiatan Pesparawi VII ini dapat berjalan dengan mulus,” kata
Christiandi .
Ia juga berharap acara Pesparawi tidak diguyur
hujan, mengingat cuaca sore di Kota Singkwang yang telah diguyur hujan
lebat. “Kita berharap pembukaan nanti malam tidak diguyur hujan, serta
seluruh rangkaian hiburan dapat ditampilkan,” ujarnya, Senin (21/10).
Kepada seluruh kontingen Pesparawi sebanyak 14
Kabupaten/Kota, ia ucapkan selamat datang dan selamat bertanding.
“Jadilah tim yang terbaik, karena tim terbaik akan mewakili Kalbar pada
ajang Pesparawi tingkat nasional,” kata Christiandi.
Sementara Walikota Singkawang Awang Ishak
selaku tuan rumah berjanji akan menjadi tuan rumah yang baik bagi
seluruh kontigen yang hadir. “Kita sebagai tuan rumah akan memberikan
yang terbaik bagi kontigen yang hadir,” katanya.
Awang menambahkan bahwa dalam Pesparawi di Kota
Singkawang ini, berbagai suku, etnis dan agama ikut tampil di dalamnya,
baik dalam kepanitian maupun sebagai pengisi hiburan pembuka seperti
tarian kolosal yang melibatkan 500 orang penari. (eddy/toeb)
Selasa, 15 Oktober 2013
Pesparawi Untuk Tingkatkan Ketakwaan

Singkawang, 15/10/2013 (Media Center) Ketua Umum Panitia
Pelaksana Pesparawi VII Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Libertus, M.Si,
mengungkapkan bahwa Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) digelar dengan
tujuan positif, melalui Pesta ini gereja-gereja dengan jemaatnya (komunitas
paduan suaranya) dipacu, didorong untuk mengesksplorasi, melatih dan
meningkatkan kapasitas paduan suara masing-masing untuk menjadi bagian penting
dan berkelanjutan dalam tata ibadah, Selasa(15/10).
“ Pada tahap proses yang sama, keikutsertaan mereka akan
turut membina persaudaraan kristiani untuk mewujudkan kerukunan antar suku.
Buah dari paduan seperti itu akan menjadi dasar yang kokoh, tulus dan terbuka
dalam konteks hubungan dengan umat beragama yang lain, juga dengan pemerintah,
secara setara dan nyata yang pada gilirannya akan mencerminkan kesatuan dan
persatuan bangsa” ungkap Libertus.
Lebih lanjut Libertus mengatakan dengan PESPARANI sesungguhnya sama seperti keikutsertaan
dalam kebaktian pelayanan kesaksian paduan suara di gereja. Setiap yang
terlibat, konduktor, sopran, alto, tenor dan bas hingga pemusik yang
mengiringi, harus selalu tampil dengan penuh tanggungjawab sehingga paduan
suara yang dilantunkan adalah merupakan refleksi iman
“Beberapa sasaran
serta tujuan diselenggarakannya PESPARAWI antara lain agar kualitas iman dan
ketaqwaan kita semakin meningkat, tata cara dan pola hidup semakin terarah
kepada kepenuhan firman Tuhan, hidup dalam kasih dan peduli terhadap sesama,
jadi bagian dari pelayanan Kristiani khususnya dalam era pembangunan nasional
saat ini agar kesejahteraan masyarakat semakin terwujud. Saling memperhatikan
satu dengan lainnya, yang merasa mampu hendaklah menopang yang lemah. Sebaliknya
yang lemah bersedia dituntun” kata Libertus.
Lebih lanjut Libertuss mengatakan selain tersebut diatas
dengan PESPARAWI diharapkan agar
memahami keaneka-ragaman denominasi sebagai anugerah Tuhan yang disyukuri,
bukan sebaliknya, agar terwujud kerukunan. Tembok-tembok pemisah akan semakin
menipis sehingga setiap umat Kristen di manapun menikmati persaudaraan, seiman
dan rukun dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Di sisi lain, kita berharap
saudara- saudara beragama lainnya juga bersikap sama karena kebhinekaan kita
sebagai bangsa hendaklah dijadikan sebagai sarana kesemarakan hidup berbangsa
dan bernegara, bukan untuk menekan yang lain.
“ istilah pertandingan dalam bahasa lomba paduan suara,
bukan dalam istilah sehari-hari di mana orang saling mengalahkan dan menjatuhkan
dan yang dipertandingkan adalah kualitas pembinaan sehingga pengertian 'lomba'
adalah "kualitas paduan suara diperbandingkan." (bukan
dipertandingkan). Sangat diharapkan, melalui PESPARAWI Nasional setiap orang
yang ikut berperan-serta akan selalu mengingat bahwa kegiatan PESPARAWI adalah
bagian tugas pelayanan gereja. Dalam pemahaman itu, maka apabila nyanyian
gereja diperlombakan itu berarti bahwa kualitas penyajian paduan suara yang
membawakan lagu tersebut perlu dan harus pula semakin ditingkatkan. Sekaligus,
bagian dari upaya kita untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
penyanyi-penyanyi gereja” pungkas Libertus.
Sekda Provinsi Harapkan Singkawang Jadi Inspirator, Inisiator dan Motivator
Singkawang. Info Publik - Panitia penyelenggaraan kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) VII Provinsi Kalimantan Barat yang akan digelar di Kota Singkawang tanggal 21 s.d 25 Oktober 2013 melakukan rapat persiapan dengan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Drs. H. M. Zeet Hamdy Assovie, M.TM di ruang Rapat Sekda Kota Singkawang, Rabu (9/10) sore.
Sekda Provinsi
Kalimantan Barat M. Zeet berharap Kota Singkawang menjadi inisiator, inspirator
dan motivator dari persiapan panitia pesparawi VIII dengan rencana lebih
matang.
“Jadi inspirator itu lahir dari Singkawang,
bagaimana cara kita merencanakan dengan baik, walaupun Singkawang tidak
mendapatkan dampaknya, tetapi Singkawang bisa menjadi inisiator dan membimbing
kabupaten/ kota yang terpilih sebagai tuan rumah untuk penyelenggaran Pesparawi
berikutnya,” kata M. Zeet.
Ia mengingatkan
kepada panitia untuk mengontrol laporan pertanggung jawaban. “Setiap rupiah
yang dikeluarkan harus dicek pertanggung jawabannya,” ingat M. Zeet.
Ia berharap Provinsi
Kalimantan Barat dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pesparawi Tingkat
Nasional selanjutnya.
Minggu, 13 Oktober 2013
40 Catering Terlibat pada Kegiatan Pesparawi
Singkawang, 13/10/2013 (Media Center) Panitia Pesparawi VII
Provinsi Kalimantan Barat Bidang Konsumsi mengadakan pertemuan dengan para
catering se Kota Singkawang, bertempat di Sekretariat Tim Penggerak PKK Kota
Singkawang, Jl. Firdaus, Minggu (13/10).
Koordinator Bidang Konsumsi, Hj. Agustina Abdul Muthalib
mengatakan pertemuan tersebut bertujuan untuk mempertemukan panitia Pesparawi
khususnya di Bidang Konsumsi dengan pengusaha catering sebagai mitra dalam
menyediakan makanan dan minuman, untuk paraa peserta Pesparawi dan panitia.
“Tak kenal maka tak sayang, itulah yang melatarbelakangi
kita mempertemukan panitia Pesparawi di Bidang Konsumsi dengan para catering.
Dengan pertemuan ini, diharapkan panitia bisa lebih mengenal lebih dekat mitra
kerjanya yaitu pengusaha catering, sehingga pada saatnya pelaksanaan nanti bisa
terjalin kerjasama yang baik dan harmonis, dan pada akhirnya diharapkan bisa
menunjang tercapainya pelayanan yang terbaik bagi peserta Pesparawi VII Tingkat
Provinsi Kalimantan Barat” kata Agustina.
Selain untuk perkenalan, koordinasi yang dilakukan juga
untuk memberi penjelasan secara tehnis terkait dengan menu makanan, pembagian
tugas baik catering maupun panitia, penjelasan lokasi penginapan pada setiap
utusan dari Kabupaten/Kota, sekaligus menjelaskan prosedur pelayanan dan
pertanggungjawaban.
Hj. Zafina sebagai perwakilan dari Gabungan Organisasi
Wanita (GOW) Kota Singkawang dalam penjelasannya menyampaikan, para pengusaha
catering diharapkan bisa memberikan pelayanan yang terbaaik, mengedepankan
kepentingan peserta, bersabar dalam menghadapi setiap permasalahan dan
membangun komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak, khususnya dengan pihaak
peserta, perhotelan dan panitia.
“demi nama baik Kota Singkawang, diharapkan kita semua bisa
menjadi tuan rumah yang baik. Jika dalam pelaksanaan tugas terdapat
permasalahan, disikapi dengaan sabar dan diusahakan agar bisa mengendalikan
diri” harap Zavina yang juga ketua IWAPI Kota Singkawang.
Secara tehnis Istri Handayani menjelaskan kewajiban-kewajiban
dan hak para catering terkait dengan penyediaan makanan bagi para peserta
Pesparawi.
“Para Catering diminta untuk bisa memilih bahan makanan yang
berkualitas, mengolah makanan dengan benar dengan cara menerapkan system pengolahan
dan penanganan bahan makanan sesuai dengan sifat bahan makanan yang diolah,
menyajikan makanan dengan memperhatikan kebersihan pribadi, alat dan
lingkungan. Tiga Puluh menit sebelum jadwal makan, hidangan harus sudah
disajikan” ungkap Istri.
Lebih lanjut Istri yang juga Ketua IKABOGA Kota Singkawang
mengungkapkan, dengan adanya kegiatan Pesparawi VII diselenggarakan di Kota
Singkawang secara tidak langsung memberi kontribusi positif khususnya dari sisi
perekonomian pada masyarakat. Catering yang dilibatkan dalam kegiatan pesparawi
tersebut sebanyak 40 Catering.
“Kurang lebih 40 catering dilibatkan dalam kegiatan
Pesparawi VII Tingkat Proinsi Kalimantan Barat tersebut. Setiap catering diberi
kepercayaan menyediakan makanan dan minuman bagi peserta dan panitia, dengan
menu yang sudah ditentukan oleh panitia. Indeks makanan setiap porsinya Rp.
25.000,- untuk makanan berat dan Rp. 10.000,- untuk snack dan minuman serta buah. Para catering berhak menerima
uang sejumlah keputusan panitia tersebut dan mempunyai kewajiban menyediakan
makanan dan minuman sesuai pesanan panitia. Indeks tersebut termasuk pajak baik
pajak daerah sebesar 8% dan 2% pajak pusat. Selain kewajiban pajak, tidak ada
pungutan apa-apa.” Tegas Istri.
Sekda Provinsi Semangati Penari Kolosal
Singkawang, 9/10/2013 (Panitia) Untuk memberi semangat sekaligus dalam rangka evaluasi persiapan pelaksanaan Pesparawi VII Provinsi Kalimantan Barat, usai melakukan pertemuan dengan pnitia Pesparawi VII, Sekretaris daerah provinsi Kalimantan Barat, Drs. H. M. Zeet Hamdi Assoie, M.TM, melakukan kunjungan ke lapangan Kridasana.
Kehadirannya didampingi Wakil Walikota Singkawang, H. Abdul Muthalib, SE, ME, Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Drs. Syech Bandar, M.Si. dan Ketua Umum Drs. Libertus, M.Si.
Para penari menyambut dengan riang kedatangan rombongan dan dalam kesempatan tersebut, M.Zeet, menyampaikan bahwa tari kolosal yang dibawakan generasi muda Kota Singkawang akan memberikan kontribusi dalam mewujudkan kemeriahan dan kesuksesan acara Pesparawi VII Provinsi Kalimantan Barat.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kami menyampaikan apresiasi pada adik-adik semua, yang sudah berusaha dengan sebaik-baiknya untuk menyukseskan acara Pepsarawi yaang akan dibuka tanggal 21 Oktober ke depan. tetap jaga kesehatan, belajar yang tekun dan latihan dengan sungguh-sungguh, agar semua bisa balaance dalam mencapai kesuksesan" kata M.Zeet. yang juga Ketua PBNU Provinsi Kalimantan Barat tersebt.
Kehadirannya didampingi Wakil Walikota Singkawang, H. Abdul Muthalib, SE, ME, Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Drs. Syech Bandar, M.Si. dan Ketua Umum Drs. Libertus, M.Si.
![]() |
| Foto By Norman Rebon |
"Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kami menyampaikan apresiasi pada adik-adik semua, yang sudah berusaha dengan sebaik-baiknya untuk menyukseskan acara Pepsarawi yaang akan dibuka tanggal 21 Oktober ke depan. tetap jaga kesehatan, belajar yang tekun dan latihan dengan sungguh-sungguh, agar semua bisa balaance dalam mencapai kesuksesan" kata M.Zeet. yang juga Ketua PBNU Provinsi Kalimantan Barat tersebt.
Minggu, 11 Maret 2012
Sukseskan Sosialisasi Pesparawi VII Tingkat Propinsi Kal-Bar.
Singkawang, 27/2/2012 Pesparawi Ke VII Tingkat Propinsi Kalimantan Barat akan dilaksanakan Tahun 2013 di Kota Singkawang. Namun sebagai bentuk keseriusan Pesparawi VII persiapan demi persiapan sudah dilakukan oleh panitia. Salah satunya Bidang Dokumentasi Humas dan Publikasi sudah menggelar rapat koordinasi yang ke dua bertempat di Ruang Kepala Bidang kominfo dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang, Senin (27/2).
Hadir dalam rapat tersebut Ketua Bidang Dokumentasi Humas dan Publikasi Istri Handayani Ketua II Pesparawi VII sebagai koordinator Bidang Dokumentasi Humas dan Publikasi Pendeta Matheos Mau, S.Th, Sekretaris dan wakil sekretaris dan seluruh anggota seksi Dokumentasi Humas dan Publikasi.
“kegiatan Pesparawi VII Propinsi Kalimantan Barat pelaksanaannya memang masih tahun 2013, namun untuk Bidang Dokumentasi Humas dan Publikasi harus bergerak lebih cepat, mengingat di tahun 2012 ini kami harus sudah melakukan tahapan sosialisasi kegiatan kepada masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut, Bidang Dokumentasi Humas dan Publikasi sudah melakukan rapat untuk yang ke dua kalinya, dengan harapan apa yang sudah dimanahkan kepada kami bisa dilaksanakan sebaik-baiknya” ungkap lstri.
Ketua II Pesparawi VII Propinsi Kalimantan Barat Pendeta Matheos Mau, S.Th dalam arahannya agar Bidang Pesparawi VII Propinsi Kalimantan Barat dalam menyusun anggaran dan program kerja agar memperhatikan azas manfaat dan penghematan namun tetap menjaga dan berusaha agar hasil kerjanya berkualitas dan optimal.
“dalam menyusun anggaran dan kegiatan agar diintegrasikan dengan bidang lain, sehingga tidak terjadi tumpang tindih. Dengan demikian akan diperoleh efesiensi dan efektivitas dalam pemanfaatan anggaran untuk menunjang pelaksanaan kegiatan Pesparawi VII Propinsi Kalimantan Barat yang akan dihelat di Kota Singkawang tahun depan” kata Pendeta Matheos.
Dalam kesempatan tersebut Istri berharap untuk mensosialisasikan kegiatan Pesparawi VII Propinsi Kalimantan Barat serta mensukseskan jalannya acara menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah melalui Panitia Pesparawi VII, masyarakat, seluruh lnstansi terkait, Organisasi Masyarakat, BUMN/BUMD, dll.
“Untuk mencapai hasil yang optimal diperlukan kekompakan dan kerjasama semua pihak. Untuk mensosialisasikan kegiatan Pesparawi VII Propinsi Kalimantan Barat kami akan membuat surat permohonan kerjasama agar semua pihak bisa bersama-sama membantu mensukseskan sosialisasi Pesparawi VII Tingkat Propinsi Kalimantan Barat ", kata Istri.
Sumber : Media Center (http://hubkominfo.singkawangkota.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1511&Itemid=1)







